Idulfitri 2019, Kebutuhan Uang Tunai Nasabah BRI Turun

Kebutuhan uang tunai nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. selama periode Idulfitri 2019 menurun dibandingkan dengan tahun lalu.
Muhammad Khadafi | 14 Juni 2019 15:29 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Kebutuhan uang tunai nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. selama periode Idulfitri 2019 menurun dibandingkan dengan tahun lalu.

Permintaan uang tunai pada H-10 hingga periode cuti bersama mencapai total Rp41,2 triliun. Realisasi ini lebih rendah dari total yang telah disiapkan BRI sebesar Rp48,2 triliun.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragi mengatakan bahwa penurunan kebutuhan uang tunai telah terjadi pada periode Idulfitri telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini diklaim hasil dari penguatan jaringan kanal elektronik perusahaan.

“Sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir apabila kekurangan uang tunai, karena bisa diperoleh langsung di 22.600 ATM BRI yang tersebar diseluruh Indonesia dan apabila kelebihan uang tunai dapat menyetorkan di mesin CRM [cash recycling machine] BRI,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, menurut Osbal, menurunnya kebutuhan uang tunai juga disebabkan oleh bergesernya kebiasaan transaksi nasabah.

Pada periode H-14 hingga hari H Idulfitri 2019, volume transaksi internet banking naik 109,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 3,42 juta transaksi. Mobile banking pada periode yang sama naik 23,4% yoy menjadi 1,12 juta transaksi.

“Kami mengalami puncak transaksi internet banking dan mobile banking pada H–12 tahun ini. Berbeda saat tahun 2018 lalu, terjadi saat H–10 Lebaran,” katanya.

Sementara itu sepanjang periode Januari—April 2019, volume transaksi internet banking naik 109,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 3,42 juta transaksi. Mobile banking pada periode yang sama naik 23,4% yoy menjadi 1,12 juta transaksi

Adapun pada tahun ini BRI tengah berupaya meningkatkan transaksi nontunai pada periode Lebaran dan cuti bersama. Berdasarkan evaluasi setiap tahun, kebutuhan uang tunai masyarakat cenderung menurun. Pada tahun ini BRI persiapan uang tunai menjelang Hari Raya 22,3% dibandingkan dengan tahun lalu.

Osbal menambahkan bahwa untuk mendorong gerakan nontunai, BRI telah menyiapkan lebih dari 408.000 Agen BRILink dan hampir 200.000 electronic data capture (EDC) yang tersebar di seluruh Indonesia. BRI juga menyiapkan tambahan uang elektronik Brizzi sebanyak 889.000 kartu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank bri, lebaran

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top