Sebulan, Transaksi Melalui EDC Bank BRI Naik 20 Persen

EVP Retail Payment Bank BRI Arif Wicaksono menyampaikan, nilai transaksi melalui mesin EDC tercatat sebesar Rp6,9 triliun pada Juli 2019, meningkat 21,41 persen jika dibandingkan dengan bulan lalu yang tercatat sebesar Rp5,7 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  19:34 WIB
Sebulan, Transaksi Melalui EDC Bank BRI Naik 20 Persen
EDC, Bank

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan pertumbuhan nilai transaksi melalui mesin EDC meningkat signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan 20,38 persen setiap bulannya.

EVP Retail Payment Bank BRI Arif Wicaksono menyampaikan, nilai transaksi melalui mesin EDC tercatat sebesar Rp6,9 triliun pada Juli 2019, meningkat 21,41 persen jika dibandingkan dengan bulan lalu yang tercatat sebesar Rp5,7 triliun.

“Total nilai transaksi yang sudah BRI peroleh pada semester I/2019 berkisar di angka Rp40 triliun,” katanya kepada Bisnis, Selasa (13/8/2019).

Hingga Juli 2019, perseroan mencatat penambahan jumlah mesin EDC Bank BRI sebanyak 39.374 atau meningkat 99 persen dari target yang ditentukan perseroan. Adapun, perseroan menargetkan penambahan sebanyak 40.000 mesin EDC hingga akhir tahun.

Arif mengatakan, transasi di mesin EDC BRI baik dari kartu BRI maupun kartu bank lain didominasi oleh transaksi dengan menggunakan kartu kredit dengan porsi sebesar 68 persen.

Sementara itu, sisanya 38 persen merupakan transaksi dari kartu debit. Dari semua transaksi kartu debit tersebut, sebesar 88 persennya merupakan kartu debit Bank BRI.

Arif megutarakan, potensi pertumbuhan transaksi melalui mesin EDC masih cukup tinggi. Bahkan, ke depan, pihaknya memproyeksikan transaksi EDC BRI masih bisa meningkat di kisaran 18 persen-21 persen.

Menurutnya, jumlah transaksi tunai di masyarakat Indonesia masih sangat besar dan dengan bertambahnya teknologi finansial (tekfin) berbasis e-wallet juga akan ikut meningkatkan transaksi melalui EDC.

Hal tersebut dikarenakan, ke depannya, mesin EDC tidak sebatas dapat menerima transaksi melalui kartu saja, melainkan juga bisa menggunakan QR Code yang banyak digunakan fintech.

Apalagi, imbuh Arif, saat ini telah diterapkan standarisasi QR yang dinamakan QRIS sehingga memungkinkan interoperability oleh berbagai sistem pembayaran berbasis QR code baik milik bank ataupun tekfin.

“Kami melihat payment sistem milik tekfin bukanlah substitusi dari EDC payment system, melainkan lebih sebagai komplementer,” tuturnya.

Perseroan pun akan melancarkan berbagai strategi untuk mendorong mendorong pertumbuhan transaksi kartu kredit dan kartu debit melalui EDC. Di antaranya, kata Arif, perseroan akan bekerja sama dengan berbagai merchant strategis untuk mendorong cashless payment.

Selain itu, Bank BRI juga akan menawarkan berbagai promo menarik sehingga pemegang kartu kredit ataupun kartu debit dapat meningkatkan transaksi di merchant tersebut secara cashless.

“Di samping itu, melalui EDC BRI juga ke depannya dapat menerima transaksi menggunakan metode QR payment melalui standar QRIS, sehingga EDC BRI selain dapat memproses transaksi kartu kredit dan kartu debit dari Bank manapun, juga dapat memproses transaksi QR dari bank atau tekfin manapun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbri, bank bri

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top