OJK dan Korea FSC Kerja Sama Kembangkan Pemanfaatan Teknologi di Sektor Keuangan

OJK dan Korea FSC Bekerja Sama Kembangkan Fintech dan Pemanfaatan Teknologi di Sektor Keuangan
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 September 2019  |  21:38 WIB
OJK dan Korea FSC Kerja Sama Kembangkan Pemanfaatan Teknologi di Sektor Keuangan
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida membuka acara IndonesiaKorea financial Cooperation Forum yang digelar OJK bersama Korea Financial Services Commission dan Council on International Financial Cooperation (CIFC) di Jakarta, Selasa (10/9 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menjalin kerja sama dengan Korea Financial Services Commision atau FSC untuk pengembangan industri teknologi finansial atau tekfin dan pemanfaatan teknologi di industri keuangan non bank atau IKNB.

Kesepakatan tersebut terangkum dalam acara Indonesia–Korea financial Cooperation Forum yang digelar OJK bersama Korea Financial Services Commission dan Council on International Financial Cooperation (CIFC) di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Forum tersebut dihadiri sekitar 150 partisipan dari sektor jasa keuangan Indonesia maupun Korea.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida yang membuka forum tersebut menyampaikan, keseimbangan dalam mendorong inovasi di sektor jasa keuangan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Selain itu, diperlukan upaya mitigasi dari risiko yang dapat ditimbulkan dari inovasi keuangan di era digital.

“Perkembangan teknologi merupakan suatu keniscayaan, sehingga menjadi penting bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kerugian yang bisa muncul,” ujar Nurhaida dalam sambutannya, Selasa (10/9/2019), dikutip dari keterangan resmi.

Forum bertemakan perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan tersebut memiliki dua topik pokok pembahasan, yakni perkembangan tekfin dan masa depan industri jasa keuangan, serta peran teknologi di sektor perbankan, IKNB, dan pasar modal.

Nurhaida menjelaskan, dalam forum tersebut pembicara dari kedua negara saling bertukar pengalaman dalam memaparkan perkembangan dan pemanfaatan teknologi di sektor jasa keuangan. Mereka pun menjelaskan pendekatan dan kebijakan yang ditempuh di setiap negara.

Dalam kesempatan terpisah, juga diselenggarakan bilateral meeting antara OJK dengan Korea FSC yang dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi, dan Vice Chairman Korea FSC Byungdoo Sohn beserta delegasi.

Wimboh menyampaikan bahwa tekfin dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses layanan jasa keuangan di berbagai daerah. Untuk itu, Indonesia terbuka terhadap kerja sama di sektor jasa keuangan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas sektor jasa keuangan Indonesia.

Selanjutnya, OJK dan Korea FSC sepakat untuk semakin meningkatkan hubungan di sektor jasa keuangan, termasuk melalui forum diskusi yang dinilai sangat efektif dalam menjawab kebutuhan industri jasa keuangan di kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korea selatan, Layanan Keuangan Digital

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top