Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bank ANZ. - Bloomberg
Premium

Semula Mau Lepas Saham Bank Panin, Kenapa ANZ Ikut Jadi Pengendali?

08 November 2019 | 10:09 WIB
Sejak 2013 Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ) diketahui ingin melepas kepemilikan saham di PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin). Hal itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan tunggal atau single presence policy.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak 2013 Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ) diketahui ingin melepas kepemilikan saham di PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin). Hal itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan tunggal atau single presence policy.

Selain di Bank Panin, ANZ Group mengendalikan kepemilikan di PT Bank ANZ Indonesia sebesar 99 persen. Adapun di Bank Panin, bank asal Australia itu melalui Vontraint No. 1103 PTY Ltd., menggengam 38,82 persen. 

Pada pengujung 2018, ANZ menyampaikan keseriusan untuk melepas saham di Bank Panin. Bahkan, ANZ sudah menunjuk Morgan Stanley untuk melakukan valuasi harga saham bank yang didirikan oleh taipan Mukmin Ali Gunawan.

Kala itu, valuasi 38,8 persen saham ANZ di Bank Panin diperkirakan mencapai US$578 juta atau sekitar Rp8,38 triliun. Kemarin, harga saham Bank Panin ditutup melemah 0,75 persen menjadi Rp1.316 per lembar saham.

Bloomberg sempat melaporkan bahwa ada beberapa calon investor potensial yang tertarik membeli saham ANZ Group di Bank Panin.

Ada dua investor asal Jepang yang disebut-sebut berminat membeli, yakni Mizuho Financial Group Inc dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. Selain itu, ada Fubon Financial Holding Co Ltd (Taiwan) dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (Spanyol).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top