Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Premium

Beribu Masalah Fintech, Gali Lobang Tutup Lobang

11 November 2019 | 10:35 WIB
“Ujung-ujungnya saya pas bulan puasa otak saya sudah mulai pusing. Saya sudah pinjam di 50 aplikasi. Akhirnya saya enggak kuat sendiri, nyerah, saya kabur dari rumah.” Dira, korban pinjaman online. 

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena perusahaan teknologi finansial mengubah lanskap industri keuangan nasional. Bahkan, perubahan tersebut menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Kemudahan mengakses pinjaman alasannya. Namun, hal itu menimbulkan masalah baru. 

Bisnis mencoba mengupas fenomena tersebut. Berikut ini tulisan pertama dari tiga bagian tulisan;

Saya mendapat kontak Dira dari pemilik akun instagram @bang_kresek milik seseorang yang cukup aktif menyuarakan masalah-masalah seputar pinjaman online, termasuk dari perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending.

@bang_kresek ini mengelola grup media sosial yang isinya banyak korban peminjam online. Dira salah satunya. Dira itu bukan nama sebenarnya. Dia meminta untuk merahasiakan namanya, tak ingin ceritanya pada media dipermasalahkan oleh pemilik aplikasi pinjaman online.

Dia juga meminta agar wawancara dilakukan lewat telfon saja. Jauh kalau harus ketemu, katanya. Dia tinggal di Cakung, Jakarta Timur. Saya mewawancarainya awal Oktober 2019.

Dira baru berusia 26 tahun. Sudah menikah, dan tengah hamil besar. Dia mulai mengenal perusahaan pinjaman online dan fintech P2P lending awal 2019 ini, di awal kehamilannya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top