Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Premium

Beribu Masalah Fintech, Investor Pun Bisa Gigit Jari

11 November 2019 | 11:10 WIB
Analisis kelayakan kredit yang kurang matang oleh penyedia platform atas satu calon peminjam akan sangat merugikan pihak pemberi pinjaman. Nasabah yang meminjam di puluhan platform tanpa terdeteksi tentu sangat berisiko bagi pemberi pinjaman.

 Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena perusahaan teknologi finansial mengubah lanskap industri keuangan nasional. Bahkan, perubahan tersebut menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Kemudahan mengakses pinjaman alasannya. Namun, hal itu menimbulkan masalah baru. 

Bisnis mencoba mengupas fenomena tersebut. Berikut ini tulisan kedua dari tiga bagian tulisan;

Fintech lending, terutama P2P lending, adalah cerita tentang tiga pihak. Peminjam, pemberi pinjaman, dan perusahaan penyedia platform. Gagal bayar pada peminjam sama dengan kerugian bagi pemberi pinjaman dan penyedia platform.

Analisis kelayakan kredit yang kurang matang oleh penyedia platform atas satu calon peminjam akan sangat merugikan pihak pemberi pinjaman. Nasabah yang meminjam di puluhan platform tanpa terdeteksi tentu sangat berisiko bagi pemberi pinjaman.

Kisah Dira dan Utami adalah kisah nasabah ritel perseorangan dengan pinjaman mikro untuk konsumsi. Namun, P2P lending tidak saja melayani pinjaman konsumtif, tetapi juga pinjaman produktif.

Kisah gagal bayar terjadi juga di kredit segmen produktif ini, dan merugikan pemberi pinjaman. Fina salah satunya, dan mengaku kapok menjadi pemberi pinjaman atau investor di fintech lending.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top