Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Premium

Mampukah Bailout Jumbo Jadi Panasea Jiwasraya?

13 November 2019 | 13:19 WIB
Kesalahan tata kelola berbuntut sangat serius terhadap kondisi Jiwasraya. Saat ini, nasib Jiwasraya bergantung pada rencana penyelamatan senilai Rp32,89 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA – Belum genap satu bulan, Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN. Salah satu persoalan kronis yang menyedot perhatian untuk segera dibenahi, ialah nasib PT Jiwasraya (Persero).

"Banyak lah [yang harus diperbaiki], ada Jiwasraya dan Krakatau Steel. Bagaimana kita mau bersaing, tetapi badan sendiri belum siap?" ujar Erick, Senin (11/11/2019).

Sebenarnya bagaimana asal muasal jatuhnya Jiwasraya ke tepi jurang bailout?

Kesalahan tata kelola berbuntut sangat serius terhadap kondisi Jiwasraya. Saat ini, nasib perusahaan asuransi jiwa milik pemerintah itu bergantung pada rencana penyelamatan senilai Rp32,89 triliun.

Seluruh indikator keuangan memerah. Total aset merosot dari Rp45,68 triliun pada 2017 menjadi Rp25,68 triliun per 30 September 2019. Ekuitas berbalik arah dari Rp5,57 triliun menjadi minus Rp23,92 triliun. Rasio solvabilitas (risk based capital/RBC) terjun dari 123% menjadi minus 805%.

Dari sisi bisnis, total premi yang dikumpulkan juga terus tergerus. Laba yang pada 2017 masih positif, kini berbalik rugi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top