Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi karyawan Bank Artha Graha menawarkan produk/http:/ - bag.interaksi.web.id
Premium

Nasib Bank Artha Graha, NPL Membengkak 88 Persen, dan Disetop Sementara dari Penyalur KUR

13 November 2019 | 11:01 WIB
Lonjakan kredit bermasalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbuntut panjang. Bank milik taipan Tomy Winata itu disetop sementara dari daftar penyaluran kredit bersubsidi program pemerintah.

Bisnis.com, JAKARTA - Lonjakan kredit bermasalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbuntut panjang. Bank milik taipan Tomy Winata itu disetop sementara dari daftar penyaluran kredit bersubsidi program pemerintah.

Namun, manajemen Bank Artha Graha menyalahkan PT Jamkrindo (Persero) lantaran pengajuan klaim kredit bermasalah hingga menuju penghujung tahun ini tidak mendapat kepastian.

Seperti diketahui KUR mendapatkan jaminan asuransi dari Jamkrindo dan Askrindo. Maksimal yang dijamin adalah 70% dari penyaluran kredit, tetapi asuransi tersebut ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Direktur Bank Artha Graha Indra S. Budianto menyampaikan bahwa hampir setiap hari melakukan peninjauan ulang sejumlah syarat dan ketentuan agar klaimnya segera dicairkan dan perseroan dapat kembali menyalurkan KUR. Namun, hingga kini usaha itu belum membuahkan hasil.

"Dulu minta 10 dokumen saya sudah lengkapi lalu minta lagi menjadi 11 sudah saya penuhi juga, tetapi sampai sekarang jawaban hanya masih dalam proses," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (12/11/2019).

Lonjakan rasio kredit bermalah (non-performing loan/NPL) Bank Artha Graha pada program KUR terjadi dari awal perseroan menyalurkan KUR pada September 2016. Kala itu perseroan bertekad untuk menyalurkan hingga Rp1,2 triliun dalam 2 tahun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top