Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian BUMN Kaji Dampak Sistemik Kasus Jiwasraya

Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menyatakan tengah mengaji dampak sistemik dari masalah keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bersama Kementerian Keuangan. Saat ini, perusahaan tersebut mencatatkan risk based capital -802%.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 15 November 2019  |  11:13 WIB
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menyatakan tengah mengaji dampak sistemik dari masalah keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bersama Kementerian Keuangan. Saat ini, perusahaan tersebut mencatatkan risk based capital -802%.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan mengenai perkembangan masalah Jiwasraya. Salah satu fokus Kementerian BUMN adalah untuk mengkaji dampak dari masalah keuangan perseroan.

"Ada bebrapa aspek yang masih kita review apakah ada systemic risk. Jadi masih ada diskusi dengan Kementerian Keuangan," ujar Tiko pada Kamis (14/11/2019) malam di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan Jakarta.

Dia menjabarkan bahwa setelah Kementerian BUMN bersama pihak-pihak terkait membedah laporan keuangan 2018 Jiwasraya, terdapat hal-hal yang sebelumnya tidak disampaikan dengan jelas oleh perseroan, seperti jumlah aset dan bisnis pencadangannya.

Setelah proses pengkajian tersebut, Kementerian BUMN menyatakan bahwa perlu adanya beebagai upaya penyesuaian dari operasional bisnis perseroan. Tiko menjelaskan bahwa penyesuaian yang diperlukan tersebut bersifat material.

"Memang secara viability kami lihat harus ada skema pemberesan, tapi kami sedang pikirkan. Kalau sekarang saya belum siap jawab [bagaimana skemanya], karena banyak opsi yang harus kami pelajari," ujar Tiko.

Adapun, dia menjelaskan bahwa belum terdapat pembahasan terkait isu permohonan dana talangan (bailout) oleh Jiwasraya yang sebelumnya disampaikan oleh Komisi XI DPR.

"Enggak, belum ada omongan [bailout] itu. Kami kan lagi cari mekanisme yang terbaik untuk membereskan [masalah Jiwasraya] nanti," tutur dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top