Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Duit Asing di P2P Lending Indonesia

26 November 2019 | 18:20 WIB
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi pemberi dana (lender) asing terhadap platfom Peer-to-Peer (P2P) lending Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA — Sektor Peer-to-Peer (P2P) lending terus berkembang. Peminatnya tak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari pihak asing.

Hal ini termasuk dalam hal pemberi dana alias lender. Banyak lender datang dari negara dengan tren pertumbuhan bunga yang rendah seperti Jepang, AS, dan Singapura.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan transaksi pemberi dana asing tercatat melampaui lender dalam negeri. Transaksi lender dari luar negeri mencapai 14.382.805 transaksi hingga September 2019, meroket 464,52 persen secara year-to-date (ytd) dibandingkan capaian hingga Desember 2018, yang masih sebanyak 2.547.785 transaksi.

Angka itu juga lebih tinggi dari kenaikan transaksi lender dalam negeri, yang mencapai 341,67 persen secara ytd dari 6.243.531 transaksi per Desember 2018, menjadi 27.576.137 transaksi per September 2019.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah besarnya minat lender asing dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satunya, makin banyak penyelenggara P2P lending dalam negeri yang sudah mendapatkan status berizin usaha, sehingga kepercayaan pemberi pinjaman pun makin besar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top