6 Penyebab Awak Kabin Garuda Indonesia Bersyukur Ari Askhara Dicopot

Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mengeluhkan kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara saat menjabat sebagai orang nomor satu pada maskapai plat merah. Pasalnya, semua kebijakan yang diambil olehnya selalu menuai kontroversi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Desember 2019  |  07:20 WIB
6 Penyebab Awak Kabin Garuda Indonesia Bersyukur Ari Askhara Dicopot
Aris Askhara saat peresmian rute Nagoya-Jakarta pada 23 Maret 2019. - Dok. Garuda Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mengeluhkan kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara saat menjabat sebagai orang nomor satu pada maskapai plat merah. Pasalnya, semua kebijakan yang diambil olehnya selalu menuai kontroversi. 

"Sehingga merugikan banyak pihak baik perusahaan, anak perusahaan, karyawan, hingga masyarakat sebagai penumpang," kata dia di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019).

Pertama, Zaenal adalah pemalsuan laporan keuangan perseroan pada tahun 2018.

"Ia menyulap laporan keuangan dari rugi menjadi untung," ujarnya. 

Kedua, Zaenal membeberkan soal kebijakanya mengadakan suguhan pertunjukan musik secara langsung di kabin pesawat.

Ketiga, soal pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam, melalui Denpasar, Bali, serta Kualanamu, Sumatera Utara. Rute ini membuat jam kerja para awak kabin melebihi dari batas kewajaran. Padahal, rute tersebut bisa ditempuh langsung dari Jakarta menuju Amsterdam. 

"Jadi perjalanannya itu panjang sekali sehingga jam kerja kami itu melebihi batas kewajaran sebagai pekerja. Itu sampai hampir 19 jam lebih perjalanan kita. Jadi dari Denpasar ke Kualanamu, Kualanamu ke Amsterdam kemudian istirahat di sana cuma sekitar 12 jam termasuk waktu transportasi," ucapnya.

Keempat, terkait larangan penumpang mengunggah foto dan video dalam pesawat. Larangan ini menjadi polemik di publik, karena Garuda hendak berencana mempidanakan  youtuber, namun urung dilakukan.

Kelima, masalah penyelundupan motor bekas Harley Davidson.

Tak hanya itu, kata Zaenal, Ari Askhara mengeluarkan kebijakan yang merugikan para awak kabin. Antara lain menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, memecat tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

"Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya," ujar Zaenal.

Zaenal menilai pencopotan Ari Askhara dari posisi Dirut Garuda Indonesia belum upaya final untuk membenahi maskapai nasional itu.

Dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang merugikan banyak pihak.  Seperti ke awak kabin, perusahaan, anak perusahaan, karyawan hingga secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap masyarakat sebagai penumpang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, garuda indonesia, harley davidson

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top