Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (21/7/2019). Penyelenggara dan peserta berharap GIIAS 2019 lebih banyak pengunjung dibanding GIIAS 2018. - ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Premium

Jalan Terjal Mendorong Kredit Konsumsi

08 Januari 2020 | 21:54 WIB
Pelaku industri perbankan tampaknya harus memutar otak lebih keras untuk menarik minat masyarakat dalam mengajukan kredit konsumsi, setidaknya hingga 6 bulan ke depan.

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri perbankan tampaknya harus memutar otak lebih keras untuk menarik minat masyarakat dalam mengajukan kredit konsumsi, setidaknya hingga 6 bulan ke depan.

Hal tersebut harus dilakukan lantaran masyarakat cenderung menggunakan pendapatannya untuk keperluan konsumsi, sedangkan alokasi pendapatan untuk menabung dan membayar cicilan menurun.

Kebiasaan tersebut bisa dilihat dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia per Desember 2019.

Berdasarkan survei tersebut, 69,2% pendapatan responden rumah tangga tiap bulan dialokasikan untuk konsumsi. Ini meningkat cukup tinggi dibandingkan dengan porsi pada akhir 2018 lalu, yakni 67,2%.

Sementara itu, penggunaan pendapatan untuk menabung dan membayar cicilan masing-masing  19,5% dan 11,3%. Persentase ini turun dibandingkan akhir 2018 lalu, masing-masing 20,4% dan 12,3%.

Turunnya alokasi untuk cicilan mengindikasikan adanya perlambatan penyerapan kredit konsumsi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top