Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - asbanda.com
Premium

Ironis Bank Daerah yang Paceklik Modal

10 Januari 2020 | 18:25 WIB
Otoritas Jasa Keuangan akan menaikkan batas bawah modal inti bank umum secara bertahap. Pada 2022, bank umum kelompok usaha (BUKU) I setidaknya memiliki modal inti minimum sebesar Rp3 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan bank pembangunan daerah (BPD) harus dilakukan secara serius oleh pemerintah daerah. Terutama dalam hal penambahan modal. Jika tidak, besar kemungkinan ada sejumlah BPD yang harus ‘turun kasta’ lantaran kekurangan modal inti.

Ancaman penurunan kasta ini bisa terjadi sebab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menaikkan batas bawah modal inti untuk bank umum.

Pada tahun ini, Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I wajib memiliki modal inti setidaknya Rp1 triliun. Sebelumnya, bank yang tergolong BUKU I adalah bank-bank yang modal intinya kurang dari Rp1 triliun.

Kemudian pada 2021 BUKU I wajib memiliki modal inti sedikitnya Rp2 triliun, lalu Rp3 triliun pada 2022.

Sejumlah BPD tercatat sudah memiliki modal inti di atas Rp2 triliun. Namun, posisi mereka belum tentu aman. BPD bermodal pas-pasan saat ini perlu segera memikirkan strategi penambahan modal.

Kerentanan ini diakui salah satunya oleh Direktur Pemasaran PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) Rosmala Arifin. Dia menyebut, Bank Sulselbar telah mengantisipasi kebijakan baru OJK  tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top