Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tahun Tikus Logam, BNI Lebih Semangat Salurkan KUR

Pada tahun ini BNI mendapatkan jatah kredit usaha rakyat senilai Rp22 triliun.
Karyawati Bank BNI (kanan) melayani nasabah di Jakarta, Selasa (6/11/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Karyawati Bank BNI (kanan) melayani nasabah di Jakarta, Selasa (6/11/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. gencar menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) setelah berhasil melampaui target 2019.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati mengatakan perseroan secara konsisten melakukan perencanaan, strategi inisiasi, eksekusi, monitoring, evaluasi, dan perbaikan terhadap program penyaluran KUR dari tahun ke tahun untuk memastikan manfaat dari kredit tersebut.

Tambok menuturkan perseroan melakukan inovasi dalam menyalurkan KUR, mulai dari penyaluran berbasis klaster, penetrasi pasar orange zone di sekitar outlet BNI, value chain financing mitra usaha dari debitur korporasi, hingga mengembangkan program pemerintah berupa KUR Tani.

Di samping itu, perseroan juga bersinergi dengan mitra startup, meningkatkan kualitas, dan ketepatan pola penyaluran secara one on one serta mengembangkan kemudahan akses pembiayaan KUR melalui digital.

"Inovasi-inovasi tersebut mengantarkan BNI sebagai Penyalur KUR Terbaik 1 pada 2019 lalu dari Kementerian Koordinator Perekonomian," ujar Tambok, dikutip melalui keterangan resmi, Rabu (5/2/2020).

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil-2 BNI Bambang Setyatmojo mengatakan bahwa ekspansi KUR BNI terlihat cukup agresif. Pada 2018, target awal KUR BNI senilai Rp13 triliun.

Dalam perjalanannya, penyaluran KUR BNI telah mencapai target pada September 2018, sehingga BNI mendapatkan tambahan alokasi plafond KUR senilai Rp3 triliun. Total realisasi penyaluran KUR BNI pada akhir 2018 mencapai Rp15,98 triliun kepada 185.223 debitur.

"Pada 2019, BNI mendapat plafond KUR senilai Rp16 triliun dan target sudah tercapai pada bulan September 2019. Lalu, pada Oktober lalu, kami mendapatkan tambahan plafond senilai Rp2 triliun. Hingga akhir 2019, kami menyalurkan KUR senilai Rp17,7 triliun kepada 241.306 debitur," papar Bambang.

Bambang mengatakan pemberian kredit atau pembiayaan berupa KUR kepada UMKM merupakan salah satu bentuk untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang dapat menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Banyak pengusaha nasional skala kecil dan menengah berkembang menjadi pengusaha besar berkat andil dari BNI.

Adapun pada tahun ini, perseroan mendapat jatah penyaluran KUR dengan skema bunga 6 persen senilai Rp22 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper