Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Menyisir Bocornya Data Nasabah Perbankan

Kasus penyalahgunaan data nasabah perbankan masih terus terjadi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun akhirnya melakukan audit untuk mengetahui sumber kebocoran.
Hendri T. Asworo, Ni Putu Eka Wiratmini & Ropesta Sitorus
Hendri T. Asworo, Ni Putu Eka Wiratmini & Ropesta Sitorus - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  18:10 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan di galeri Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/9/2018). - JIBI/Rachman
Nasabah melakukan transaksi perbankan di galeri Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/9/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pada awal Januari 2020, muncul kabar tentang pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Modusnya, pelaku terlebih dulu mencuri nomor seluler korban.

Menurut pengakuan Ilham, pelaku mendatangi dan mengelabui petugas gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange dengan mengaku sebagai dirinya. Pelaku kemudian menukar SIM card sehingga nomor Ilham berganti tanpa sepengetahuannya.

Akibat pencurian ini, pelaku berhasil membobol uang di rekening bank dan mengakses email pribadi Ilham. Dari dua rekening Ilham yang dibobol yakni BNI 46 dan Commonwealth, pelaku menggasak Rp300 juta untuk berbelanja di toko online serta tarik tunai.

Dalam waktu tak terlalu lama, komplotan pelaku berhasil dibekuk. Menariknya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengungkapkan pembobolan rekening tersebut berawal dari bocornya data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top