Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah COVID-19, Sri Mulyani Lantik Kepala BKF dan Dirut LMAN

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah perkembangan pandemi COVID-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dua pejabat untuk posisi penting di lingkungan Kementerian Keuangan yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 03 April 2020  |  13:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Menkeu mengatakan pemerintah akan mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi gara-gara wabah corona di China demi mengejar target asumsi dasar ekonomi makro di APBN 2020. FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Menkeu mengatakan pemerintah akan mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi gara-gara wabah corona di China demi mengejar target asumsi dasar ekonomi makro di APBN 2020. FOTO ANTARA - Puspa Perwitasar

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah perkembangan pandemi COVID-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dua pejabat untuk posisi penting di lingkungan Kementerian Keuangan yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara.

Pejabat tersebut yakni Febrio Nathan Kacaribu sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menggantikan Suahasil Nazara yang telah diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Selain itu, Sri Mulyani juga melantik Basuki Purwadi sebagai Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menggantikan Rahayu Puspasari yang kini menjabat Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (Biro KLI) Kemenkeu.

Pelantikan dilakukan secara sederhana dan sangat singkat pada Jumat, 3 April 2020. “Ada dua jabatan penting yang dilantik yakni kepala BKF dan direktur LMAN. Pelantikan hari ini dilakukan sangat terbatas dan menggunakan masker ini menggambarkan kita sedang dalam suasana tidak biasa,” kata Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, penyebaran pandemi COVID-19, sangat mengancam kesehatan masyarakat dan berdampak signifikan pada bidang sosial, ekonomi, dan keuangan

Sri Mulyani juga menyinggung perihal langkah-langkah yang diambil Presiden untuk menangani covid-19, baik lewat kebijakan fiskal, moneter dan lain-lain.

Dari sisi fiskal, Presiden menambah Rp405,1 triliun dan untuk pertama kalinya sejak reformasi Presiden mengeluarkan Perppu untuk memperlebar defisit anggaran di atas 3%.

“Oleh karenanya, kita harus tangani masalah ini dengan mindset yang tidak biasa, seperti Perppu No. 1/2020. Perppu ini memiliki implikasi yang luar baisa, diharapkan pemerintah pusat dan daerah beserta masyarakat bisa menangani COVID-19 secara lebih siap,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top