Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020).  Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Historia Bisnis: Ekonomi Tertekan, Bank Indonesia (BI) Diminta Transparan

14 April 2020 | 13:05 WIB
Bank Indonesia (BI) memiliki peran strategis dalam mengendalikan moneter dan menjaga nilai tukar. Dibutuhkan keterbukaan internal agar kondisi terburuk dapat dihindari.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) didorong lebih terbuka menyampaikan kondisi perekonomian yang tercermin dalam laporan keuangan. Keterbukaan informasi dari BI sebagai badan usaha ini diharapkan dapat menciptakan iklim yang lebih transparan dalam pengelolaan kebijakan moneter di tanah air.

Pengamat ekonomi senior, Anwar Nasution dalam laporan Bisnis Indonesia terbitan Kamis, 9 April 1998 mengungkapkan sudah hampir  10 tahun Bank Indonesia tidak pernah menerbitkan laporan keuangan. Dampaknya kinerja bank sentral tidak bisa terpantau oleh publik.

“Bank Indonesia seperti juga badan usaha lainnya di Indonesia wajib mengeluarkan financial statement. Bagaimana mungkin masyarakat bisa mengetahui kondisi keuangan Bank Indonesia, jika laporan-laporan keuangan tidak pernah dipublikasika,” tegas Anwar.

Anwar yang kemudian hari menjadi Deputi Senior Bank Indonesia 1999-2004 itu mengatakan, tanpa adanya keterbukaan informasi keuangan, kinerja keuangan Bank Sentral suatu negara menjadi tidak terkontrol sehingga cenderung tidak tansparan. Ketidakterbukaan informasi tersebut bisa menyebabkan BI menjadi bangkrut.

Anwar mencontohkan, Filipina pada 1992-1993 terpaksa harus mendirikan bank sentral baru, Banco Sentrale en Philipines hanya karena bank sentral yang lama yakni Central Bank of Philipinas mengalami kebangkrutan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top