Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Mengintip Transformasi Bisnis Asuransi: Bagai Membelokkan Tanker Raksasa

11 Mei 2020 | 21:59 WIB
Asuransi merupakan salah satu bisnis keuangan tertua di dunia. Dituntut bertransformasi dengan cepat menghadapi Covid-19.

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi industri asuransi jiwa merosot cukup signifikan akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Industri tak tinggal diam dengan melakukan lompatan berupa transformasi besar.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan industri asuransi mencatatkan perlambatan pertumbuhan. Berdasarkan catatan OJK, hingga Maret 2020 kinerja premi asuransi jiwa terkoreksi minus 13,8 persen (year-on-year/yoy). Dalam persentase ini, perolehan premi susut dari Rp44,27 triliun pada triwulan I/2019 menjadi 38,16 triliun pada tahun ini.

"Ini terkoreksi betul dengan adanya Covid-19 ini untuk industri asuransi," ujar Wimboh pada Senin (11/5/2020).

Selain pertumbuhan premi yang melambat, risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa pun tercatat menurun. Pada kuartal pertama tahun ini, RBC industri asuransi jiwa tercatat sebesar 642,7 persen, menurun dari Desember 2019 sebesar 789 persen.

Data: OJK, diolah

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top