Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tips Mengelola Keuangan. Apakah Perlu Punya Lebih dari 2 Kartu Kredit?

Pertanyaan yang sering kali muncul adalah, apakah dianjurkan memiliki banyak kartu kredit? Atau Bagaimana mengelolanya? Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna kartu kredit.
Ilustrasi/Bisnis-Yayan Indrayana
Ilustrasi/Bisnis-Yayan Indrayana

Bisnis.com, JAKARTA-Pada saat tertentu kartu kredit dibutuhkan dan menawarkan manfaat. Misalnya saja, cashless transaction sehingga lebih aman dan tidak perlu membawa uang tunai terlalu banyak untuk jumlah transaksi yang besar.

Belum lagi diskon untuk belanja lebih hemat menjadi kegunaan dari kartu kredit. Misalnya, apabila sering melakukan traveling mempunyai kartu kredit dapat memberikan rewards, atau memiliki hobi kuliner terdapat beberapa promo yang diberikan.

Kendati begitu, pertanyaan yang sering kali muncul adalah, apakah dianjurkan memiliki banyak kartu kredit? Atau Bagaimana mengelolanya? Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna kartu kredit.

“Sebisa mungkin tidak memiliki banyak kartu kredit, dua kartu dengan limit yang dibatasi sebenarnya sudah cukup, karena sebaiknya kita mencatat segala pos pengeluaran,” jelas Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank.

Alasan tak boleh terlalu banyak memegang kartu kredit karena mengakibatkan pengaturan pos pengeluaran yang tidak teratur. Belum lagi, godaan untuk berbelanja kian besar. Agar tidak terlilit hutang yang terlalu banyak, mengetahui batas waktu pembayaran tagihan atau limit kartu kredit menjadi salah satu kunci.

“Karena kita harus menyesuaikan cashflow dan budget bulanan untuk pembayaran kartu kredit,” katanya.

kartu kredit, tips bijak pakai kartu kredit,
kartu kredit, tips bijak pakai kartu kredit,

Ilustrasi Kartu Kredit

Tips Agar Tak Lilitan Utang

Selain itu, dia menyarankan tiga hal supaya tidak terlilit utang yang lebih besar. Pertama, sesuai dengan fungsinya kartu kredit. Sebisa mungkin tidak menarik tunai dengan kartu kredit Pasalnya, biaya tarik tunai pada kartu kredit cukup besar misalnya 3 persen.

Kedua, tentukan batas penggunaan kartu kredit, bisa kami sarankan bahwa penggunakan kartu kredit jangan sampai melebihi 30% dari pendapatan bulanan dan jangan sampai menggunakan limit kartu kredit sampai habis.

Ketiga, jangan terlambat melakukan pembayaran. Selain itu usahakan pembayaran penuh, sebisa mungkin hindari pembayaran minimum (minimum payment) karenakan bunga yang akan timbul nantinya akan terakumulasi dan bisa membengkak.

Tips lainnya, dengan rajin mencatat pengeluaran. Ini adalah hal yang mudah, tapi perlu disiplin untuk melakukannya. Sebaiknya dibatasi agar penggunaan kartu kredit bulanan tidak melebihi dari batas yang kita tentukan, misalnya, 30 persen dari pendapatan bulanan.

Senada, Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengungkapkan transaksi menggunakan kartu kredit pada dasar meminjam uang dari bank/lembaga penerbit kartu kredit untuk menalangi pembayaran. Hal ini sebenarnya bagus untuk pengaturan arus kas pemegang kartu.

Menurut Tejasari, kartu kredit cocok untuk pembayaran tagihan rutin seperti telepon, listrik, air, dan internet. Kemudian, membayar pengeluaran belanja bulanan yang biasanya membutuhkan nominal besar.

“Namun dari kita juga harus bisa mengontrol, atau pakai kartu kredit sesuai dengan anggaran yang ditentukan atau cicilan disesuaikan dengan kemampuan bayar,” katanya.

Jalan lain, kartu kredit bisa juga digunakan hanya untuk transaksi dengan nominal yang lebih besar ataupun keperluan mendesak, karena anggaran cash masuk dalam investasi dan belum bisa dicairkan,sehingga dapat membantu meringankan beban.

“Itu juga bisa, tapi kembali lagi ke orangnya karena kan beda-beda, ada yang nggak mau ribet semua dimasukin ke kartu kredit,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper