Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Gencar Rilis Surat Utang, Bagaimana Likuiditas Bank? Ini Kata BI

Pemerintah gencar merilis surat utang untuk pembiayaan defisit anggaran dan pemulihan ekonomi nasional.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  09:02 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menutup defisit anggaran dan membiayai program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah dapat menerbitkan surat berharga negara (SBN).

Secara lebih rinci, pemerintah dapat menerbitkan SBN yang dibeli oleh Bank Indonesia di pasar perdana untuk dua tujuan tersebut dengan mekanisme yang berbeda.

Untuk kebutuhan pembiayaan defisit anggaran atau above the line, seperti kebutuhan seperti subsidi bunga, bantuan sosial, dan insentif pajak BI dan Kementerian Keuangan telah bersepakat untuk membatasi jumlah maksimal pembelian non-kompetitif BI pada SUN sebesar 25 persen dan pada SBSN sebesar 30 persen.

Untuk membiayai kebutuhan pembiayaan Program PEN, nantinya akan Kementerian Keuangan dan BI akan membuat perjanjian khusus mengenai hal itu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dalam konteks penerbitan SBN tersebut, tidak akan terjadi crowding out atau perpindahan dana masyarakat yang berada di bank ke surat berharga negara.

"Dalam konteks ini, untuk primer itu bukan pindahan DPK ke SBN, tetapi sebagian bank-bank melakukan pengelolaan asetnya. Apakah perlu likuiditas atau kelebihan likuiditas, yang kemudian ke SBN, sehingga crowding out tentu saja tidak terjadi," ujarnya, Selasa (19/5/2020).

Perry menambahkan skema pembelian SBN di pasar primer juga akan menarik dana dari luar negeri sehingga menambah likuiditas dan cadangan devisa atau suplai valuta asing secara nasional.

Adapun, lanjutnya, crowding out akan terjadi jika pemerintah menerbitkan SBN ritel. Dengan ini, dana masyarakat yang berupa simpanan deposito dapat beralih ke SBN pemerintah.

"Ini perpindahan DPK ke SBN pemerintah untuk ritel, tetapi untuk yang di pasar primer itu tidak menimbulkan crowding out," ujar Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia surat utang negara likuiditas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top