Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Teller Bank DKI Cabang Walikota Jakarta Pusat melayani nasabah pada Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. - Antara/Hamid.
Premium

Bank Pembangunan Daerah, Dilema Likuiditas Terkait Pemda

27 Mei 2020 | 20:48 WIB
Bank pembangunan daerah membutuhkan strategi lanjutan untuk menjaga likuiditas seiring rendahnya pendapatan asli (PAD) sejumlah wilayah akibat pembatasan pergerakan orang dalam mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Bisnis.com, JAKARTA –Bank pembangunan daerah (BPD) membutuhkan strategi lanjutan untuk menjaga tingkat likuiditas seiring seretnya uang masuk ke kas daerah. 

Saat yang sama uang pemerintah daerah yang tersimpan dalam brankas BPD ditarik untuk membiayai belanja sosial, belanja rutin ataupun keperluan lain guna menangani pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa mengatakan sebanyak 51 persen pendanaan Bank DKI sangat tergantung pada penerimaan daerah. 

Melihat tren ke depan maka pihaknya menyiapkan strategi untuk menjaga likuiditas. Bank DKI melakukan pelonggaran loan to deposit ratio ( LDR) yang semula 100 persen pada akhir Desember 2019 menjadi 86,88 persen pada Februari 2020. Bank DKI mengaku akan terus bergerak menurunkan LDR.

LDR adalah rasio jumlah kredit yang disalurkan berbanding dengan likuiditas yang dimiliki bank. Likuiditas di sini dapat bersumber dari dana tabungan, giro, deposito atapun langkah lain yang dilakukan bank seperti penerbitan surat berharga.

Semakin tinggi rasio LDR maka semakin tidak likuid keuangan bank karena seluruh dana yang dimiliki telah dipinjamkan ke nasabah sebagai kredit.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top