Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri Tunas Finance Pangkas Target Sampai 50 Persen

Direktur Sales dan Distribusi MTF Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan sebelumnya di awal tahun pihaknya sudah mematok pertumbuhan kinerja sampai 6 persen laba pada tahun ini.
Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mandiri Tunas Finance menyatakan pihaknya memangkas target kinerja perseroan pada tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19.

Direktur Sales dan Distribusi MTF Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan sebelumnya di awal tahun pihaknya sudah mematok pertumbuhan kinerja sampai 6 persen laba pada tahun ini.

"Ya secara bisnis memang ada revisi target seperti pembiayaan baru dari target awalnya Rp30,5 triliun, sekarang direvisi menjadi sekitar Rp15 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Dia menjelaskan kinerja pembiayaan sampai pekan kedua Juni belum ada peningkatan. Namun dia memperkirakan pertumbuhan pasar akan mulai terjadi pada Agustus mendatang.

Hal itu didasarkan pada perbaikan aktivitas ekonomi yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah, mulai dari masa PSBB, transisi, sampai kenormalan baru.

Pada masa transisi ini, lajutnya, MTF akan menunggu sampai proses pengajuan relaksasi kredit oleh nasabah yang terdampak Covid-19 selesai, serta permintaan mobil baru mulai meningkat.

"Kami sudah siapkan paket khususnya untuk menyesuaikan kondisi new normal ini, nanti akan kami dorong di saat yang tepat sekitar Agustus 2020," ujarnya.

Adapun sampai akhir Mei 2020 lalu, pembiayaan baru yang dikucurkan MTF mencapai Rp8,3 triliun, atau turun sekitar 30 persen dibandingkan posisi sama tahun lalu yang senilai Rp11,8 triliun.

Sebelumnya PT Mandiri Tunas Finance menargetkan tahun ini pembiayaan yang disalurkan ke masyarakat akan tumbuh di angka maksimal 6 persen.

Direktur Utama MTF Arya Suprihadi menjelaskan target itu pada awalnya ditetapkan karena mengacu pada kinerja 2019 lalu.

"Target kami ini dibuat dengan mengacu tahun lalu yang tumbuh 6,63 persen lalu kami melihat prediksi Gaikindo bahwa penjualan otomotif stagnan, jadi prediksinya itu sebelum ada dampak virus Corona seperti sekarang ini," ujarnya Maret lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper