Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Meski Ada Pandemi, Permintaan Pembiayaan Fintech Likuid Naik 300 Persen

Kenneth Tali, CEO Likuid, menjelaskan banyaknya permintaan itu datang dari berbagai sektor usaha, di antaranya komunitas games dan film independen.
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia./Bisnis-Radityo Eko
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia./Bisnis-Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - PT Likuid Jaya Inovasi, pemilik platform project financing Likuid mengungkapkan permintaan pembiayaan proyek yang diterima pada masa pandemi ini mengalami peningkatan yang cukup sampai pesat hingga 300 persen.

Kenneth Tali, CEO Likuid, menjelaskan banyaknya permintaan itu datang dari berbagai sektor usaha, di antaranya komunitas games dan film independen.

"Ada kenaikan 300 persen dari demand pendanaan yang masuk ke Likuid, dan itu banyak yang menarik misalnya dari komunitas games dan film," ujarnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara online pada Selasa (30/6/2020).

Dia mengakui tidak semua permintaan dari proyek itu dapat didanai oleh Likuid, karena itu harus dilakukan kajian lebih lanjut oleh tim due diligence tentang potensi bisnis yang akan dibiayai.

Perusahaan inovasi keuangan digital dari klaster fintech project financing ini memang memiliki jangka waktu pendanaan yang berada di antara P2P lending yang berjangka waktu pendek dan fintech equity crowd funding yang berjangka panjang. Biasanya proyek yang dibiayai pihaknya pada rentang waktu 3 tahun sampai 5 tahun.

Keputusan perseroan untuk masuk dalam bidang bisnis platform project financing didasarkan pada kebiasaan orang Indonesia yang konsumtif saat memiliki uang.

"Jadi karena orang Indonesia itu sangat konsumtif, kami ingin agar saat orang nonton film atau ngopi, dia juga bisa merasakan manfaat dan hasil dari usaha yang dikonsumsinya itu," ujarnya.

Adapun saat ini Likuid sudah membiayai dua proyek sejak diluncurkan secara soft launching pada Februari lalu, yaitu proyek di subsektor teknologi dan subsektor games.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper