Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tokoh NU dan Muhammadiyah Kompak Dukung Konsolidasi Bank Syariah

Salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), yang juga pengurus Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, menilai bahwa rencana pemerintah untuk menggabungkan bank-bank syariah milik BUMN merupakan langkah tepat yang bisa memperkuat dan membesarkan perekonomian syariah Indonesia.
Bank Syariah BUMN. /Bisnis.com
Bank Syariah BUMN. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk menyatukan bank-bank syariah BUMN mendapat tanggapan positif dari tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), yang juga pengurus Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, menilai bahwa rencana pemerintah untuk menggabungkan bank-bank syariah milik BUMN merupakan langkah tepat yang bisa memperkuat dan membesarkan perekonomian syariah Indonesia.

“Saya setuju (dengan rencana merger syariah). Dengan bersatunya bank syariah BUMN, maka ini akan memberi dampak positif terhadap perkembangan ekonomi syariah menjadi semakin kuat dan besar lagi,” tuturnya, Senin (6/7/2020). 

Dia menambahkan, bahwa dengan bersatunya perbankan syariah akan menambah nilai aset yang cukup besar, dan akan melahirkan bank syariah terbesar di Indonesia. Bahkan bisa sejajar dengan bank-bank konvensional pada daftar TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.

“Dari sisi aset, jika dilakukan merger BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, maka akan memiliki aset sekitar Rp207 triliun sehingga kita akan memiliki bank syariah terbesar di Indonesia, sejajar dengan bank-bank konvensional,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini perbankan syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan perbankan konvensional dengan market share berkisar 8-9%, padahal Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Senada dengan hal tersebut, salah satu tokoh muda Muhammadiyah, Sunanto, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk melakukan konsolidasi perbankan syariah BUMN. Menurutnya, ini bisa jadi bank syariah besar kebanggaan umat muslim Indonesia.

“Bersatunya bank syariah ini tentu akan meningkatkan nilai aset, yang mana hal itu akan melahirkan bank ini menjadi bank syariah terbesar yang dimiliki Indonesia. Saya rasa umat muslim akan bangga bisa memiliki bank syariah yang besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa secara umum belum ada keluhan signifikan dari umat terkait kinerja bank-bank syariah tersebut. Namun, rencana merger tetap harus dilakukan secara matang dan seksama serta tidak perlu terburu-buru, mengingat tenggat waktun yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN, yakni Februari 2021.

“Saya melihat kinerja bank syariah masih bagus dan belum ada keluhan dari umat. Jadi kalau mau merger perlu dicatat bagaimana persiapannya, siapa target pasarnya karena ada 3 target pasar akan menjadi satu, jadi perlu dikaji apakah rencana ini bisa dilaksanakan tahun depan,” imbuhnya.

Berdasarkan data OJK, pangsa pasar dari keuangan syariah terhadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 mencapai 9,03 persen dengan total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp 1.496,05 triliun.

Posisi ini mengalami peningkatan dari posisi 2019 yang sebesar 8 persen Per April 2020. Pemerintah Indonesia menargetkan market share keuangan syariah mampu mencapai 20 persen pada rentang waktu 2023-2024.

Seperti diketahui, Kamis malam lalu, Erick Thohir berencana menyatukan beberapa bank syariah yang dimiliki BUMN, seperti BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah, dan Mandiri Syariah. Erick mengaku sedang mematangkan kajian penyatuan bank-bank syariah tersebut. "Insya Allah Februari tahun depan (2021) jadi satu bank syariah," kata Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper