Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) berjalan dengan kawalan polisi usai tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,2 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Premium

Kisah Pembobolan Bank di Indonesia: Dari Satpol PP Sampai Bos Perusahaan

10 Juli 2020 | 20:14 WIB
Ekstradisi Maria Pauline Lumowa mengakhiri pelarian pelaku pembobolan bank BNI itu selama 17 tahun terakhir. Kasus Maria bukan satu-satunya di Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah perjalanan panjang menjadi buron 17 tahun terakhir, Maria Pauline Lumowa akhirnya berhasil diekstradisi Pemerintah Indonesia pada Kamis (9/7/2020).

“Ini adalah proses pencarian panjang, yang kami lakukan untuk menunjukkan bahwa kita adalah negara hukum,” kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly saat menghelat konferensi pers daring di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Maria adalah pelaku pembobolan kas PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melalui Letter of Credit (L/C) fiktif pada rentang Oktober 2002 hingga Juli 2003. Total duit yang bisa digasaknya dari bank BUMN itu ditaksir berada di kisaran Rp1,7 triliun.

Maria kabur ke Singapura sebulan sebelum namanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Beberapa negara yang kemudian sempat jadi tempat persembunyiannya antara lain Belanda hingga Serbia.

Yasonna menuturkan Maria diekstradisi begitu terdengar kabar bahwa dia ditangkap Interpol di Bandara Internasional Nikola Tesla, Beograd, Serbia pada 16 Juli 2019. Ekstradisi tersebut sesuai permintaan percepatan ekstradisi yang tertuang dalam surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham bernomor AHU-AH.12.01 tertanggal 31 Juli 2019.

Maria sebenarnya sempat terindikasi berupaya melarikan diri lagi dan melakukan berbagai usaha untuk membatalkan ekstradisi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top