Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BTN Akselerasi Penyaluran Dana PEN pada Paruh Kedua, Ini Rincian Rencananya

Bank BTN masih akan menggenjot penyaluran dana PEN tersebut sesuai komitmen, yaitu total Rp15 triliun hingga akhir September 2020.
Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury (kiri) dan Direktur Finance, Treasury and Strategy BTN Nixon L. Napitupulu (kanan) memberikan keterangan seusai RUPST di Jakarta, Kamis (12/3/2020)/Bisnis-M. Richard
Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury (kiri) dan Direktur Finance, Treasury and Strategy BTN Nixon L. Napitupulu (kanan) memberikan keterangan seusai RUPST di Jakarta, Kamis (12/3/2020)/Bisnis-M. Richard

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan mengoptimalkan kontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui penyaluran pembiayaan pada paruh kedua tahun ini.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan sebulan pasca diberi kepercayaan oleh Pemerintah untuk menyalurkan dana PEN, Bank BTN telah menyalurkan 99,3 persen atau senilai Rp5 triliun.

Bank BTN masih akan menggenjot penyaluran dana PEN tersebut sesuai komitmen, yaitu total Rp15 triliun hingga akhir September 2020.

"Selama kurang lebih sebulan, kami fokuskan penyaluran PEN ke sektor yang masih bertahan saat pandemi berlangsung, misalnya ke sektor konstruksi yang terkait KPR dan penyaluran kredit konsumer, baik KPR Subsidi dan Non-Subsidi serta kredit ke UMKM,” katanya dalam siaran pers BTN, Senin (10/8/2020).

Pahala memaparkan realisasi bisnis Bank BTN atas penempatan uang negara untuk ekspansi pada sektor pembiayaan perumahan posisi sampai dengan 7 Agustus 2020 senilai Rp 4,96 triliun atau 99,3 persen dari penempatan dana pemerintah di BTN.

Adapun rinciannya antara lain KPR Subsidi senilai Rp1,79 triliun dengan 12.873 unit, KPR Non Subsidi senilai Rp1,69 triliun dengan 7.045 unit, Kredit Konstruksi dan lainnya sebesar Rp1,03 triliun, serta kredit ke BUMN sebesar Rp 453 miliar.

Untuk bulan Juli hingga Desember 2020, sesuai rencana bisnis, dana penempatan pemerintah akan disalurkan untuk 68.500 unit atau setara dengan KPR subsidi senilai Rp9,24 triliun, sedangkan untuk KPR nonsubsidi akan terealisasi untuk 17.857 unit atau setara dengan Rp6,25 triliun.

Sementara itu, kredit konstruksi rencananya akan disalurkan senilai Rp5,48 triliun dan kredit ke BUMN senilai Rp9,05 triliun. Total penyaluran kredit bulan Juli hingga Desember 2020 mencapai 86.357 unit atau senilai kurang lebih Rp30 triliun.

Pahala menyampaikan dalam sebulan ini Bank BTN berupaya untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor yang terdampak pandemi Covid-19, tetapi masih berpotensi bangkit dalam jangka waktu menengah, misalnya sektor konstruksi dan konsumsi.

“Seleksi kami lakukan semata agar risiko kredit terkendali sehingga non-performing loan dapat dikendalikan,” katanya.

Untuk kredit ke sektor properti, Bank BTN, tetap on track, karena masih ada kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB yang akan dikerahkan BTN untuk mendorong sektor properti.

Selain PEN, Bank BTN juga berkomitmen melaksanakan program pemulihan ekonomi lain yang diinisasi oleh pemerintah, di antaranya program penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 dan program stimulus dengan pemberian subsidi bunga/margin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper