Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kresna Graha Investama/KREN
Premium

Prahara Kresna Group, dari Asuransi hingga Reksa Dana

11 Agustus 2020 | 22:22 WIB
Direktur Utama Kresna Life Kurniadi Sastrawinata menjelaskan bahwa saat ini terjadi keadaan di luar kendali perusahaan, yakni pandemi Covid-19 yang menimbulkan krisis global dan berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut menurutnya turut mengganggu kondisi finansial perseroan.

Bisnis.com, JAKARTA — Kresna Group sedang menjadi sorotan setelah adanya penundaan pembayaran klaim PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life Insurance, disusul dengan suspensi 24 produk reksa dana dari PT Kresna Asset Management.

Sebagai informasi, Kresna Life didirikan oleh Michael Steven, yang juga merupakan Pendiri dan Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN). Dalam laporan keuangan Kresna Life 2018, Michael Steven tercatat memiliki 0,09% saham perseroan. Pemegang saham utama Kresna Life adalah PT Duta Graha Investama, yang terafiliasi dengan Kresna Graha Investama.

Ihwal penundaan pembayaran klaim Kresna Life pertama kali disampaikan pihak manajemen kepada pemegang polis melalui Surat Pemberitahuan tentang Terjadinya Keadaan Memaksa (Force Majuere). Surat bernomor 017/KL-DIR/V/2020 itu disampaikan pada Kamis (14/5/2020).

Direktur Utama Kresna Life Kurniadi Sastrawinata menjelaskan bahwa saat ini terjadi keadaan di luar kendali perusahaan, yakni pandemi Covid-19 yang menimbulkan krisis global dan berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut menurutnya turut mengganggu kondisi finansial perseroan.

Kresna Life pun menyatakan tidak mampu memenuhi kewajiban polis Kresna Link Investa (K-LITA) dan Protecto Investa Kresna (PIK) karena terdapat masalah likuiditas portofolio investasi (underlying investments). Kurniadi menilai hal tersebut sebagai imbas krisis perekonomian dan pasar modal di Indonesia.

"Maka dari itu, dengan berat hati kami memohon Bapak/Ibu dapat memaklumi bahwa perusahaan akan menunda atau memberhentikan pelaksanaan kewajibannya untuk sementara waktu," tulis Kurniadi dalam salinan surat yang diperoleh Bisnis.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top