Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bank BCA - Dok. Annual Report 2002
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Saat Menjual BCA (BBCA) Menjadi Poin Utama LoI dengan IMF

Letter of intent pemerintah Indonesia dengan dana moneter internasional (IMF) menetapkan penjualan Bank Central Asia dan Bank Niaga harus segera dilakukan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
28 Agustus 2020 | 22:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pernah menjadi bahasan khusus Indonesia dengan dana moneter internasional (IMF) sebagai bagian letter of intent.

Letter of intent adalah secara sederhana merupakan kesepakatan yang harus dipenuhi untuk berlanjut kepada tahap perjanjian. LoI bukan merupakan kontrak yang mengikat, namun menjadi prasyarat yang ingin dituju. 

Dalam kesepakatan letter of intent yang ditandatangani itu menyebutkan pemerintah akan tetap melakukan divestasi lanjutan PT Bank Central Asia dan Bank Niaga.

"Penjualannya terutama dilakukan melalui private placement kepada investor strategis. Pemerintah sedang membicarakan dengan DPR untuk menjual 51 persen lainnya kepada mitra strategis akhir tahun ini," ungkap dokumen LOL yang menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 28 Agustus 2001.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top