Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Asuransi dan Multifinance Tersengat Pandemi. OJK Longgarkan Aturan Permodalan?

30 September 2020 | 08:08 WIB
Pengawasan dan penegakan aturan oleh otoritas pun akan sangat mempertimbangkan dampak dari pandemi.

Bisnis, JAKARTA — Industri keuangan non-bank atau IKNB menghadapi tantangan dalam menjaga ekuitasnya agar tetap dapat memenuhi ketentuan batas minimal yang ditetapkan regulator di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona. Pengawasan dan penegakan aturan oleh otoritas pun akan sangat mempertimbangkan dampak dari pandemi.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 memang berpotensi menekan ekuitas perusahaan-perusahaan IKNB. Hal tersebut dapat terjadi seiring menurunnya pendapatan dan meningkatnya liabilitas.

Bambang menjelaskan bahwa meskipun ada dalam kondisi sulit, penegakan aturan oleh otoritas tidak akan berubah, termasuk terkait batas minimal ekuitas perusahaan jasa keuangan. Namun, penegakan aturan itu tetap harus dilakukan secara bijak agar perekonomian dapat dipicu pertumbuhannya.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, enforcement kami harus mengambil suatu keputusan pengawasan secara bijak, dalam arti andaikata permasalahan ini terjadi sebelumnya [pandemi Covid-19] maka akan tetap dilakukan [penegakan aturan]. Akan tetapi, kalau masalah terjadi saat pandemi, harus diambil beberapa kebijakan tertentu,” ujar Bambang kepada Bisnis, Selasa (29/9/2020).

Dia menilai bahwa dalam kondisi pandemi virus corona ini penting bagi perusahaan-perusahaan jasa keuangan untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Alasan itu yang membuat OJK akan kooperatif mendorong perusahaan yang terdampak Covid-19 untuk bisa bertahan dengan tetap mematuhi kebijakan yang ada.

Menurutnya, sektor-sektor IKNB memiliki dinamika tersendiri karena playing field masing-masing berbeda. Setiap sektor memiliki tingkat permodalan, praktik tata kelola, pengelolaan risiko, manajemen aset dan liabilitas, serta keahlian sumber daya manusia yang berbeda-beda.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top