Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi bank syariah - Istimewa
Premium

Sedia Payung Sebelum Hujan, Bank Syariah Antisipasi Risiko saat Relaksasi Usai

06 Oktober 2020 | 06:30 WIB
Bank-bank syariah mulai mengantisipasi risiko pembiayaan yang muncul saat relaksasi restrukturisasi usai.

Bisnis.com, JAKARTA - Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus relaksasi restrukturisasi pembiayaan, bank-bank syariah berupaya tetap memasang rasio pencadangan tinggi untuk mengantisipasi risiko di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Operasional PT Bank BRI Syariah Tbk. Fahmi Subandi mengatakan pihaknya telah melakukan analisis dan kajian untuk mengantisipasi ketika relaksasi berakhir. Oleh karena itu, perseroan tetap berupaya memupuk pencadangan guna mengantisipasi risiko pembiayaan yang mungkin timbul di kemudian hari.

Upaya bank dengan kode saham BRIS ini dalam memupuk pencadangan tercermin dari NPF coverage ratio pada Juni 2019 sebesar 27,9 persen naik menjadi 71,4 persen pada Juni 2020. Fahmi mengatakan perseroan akan terus memupuk pencadangan hingga di atas 100 persen pada akhir tahun.

"Jika dilihat kinerja BRI Syariah, kami terus meningkatkan coverage terhadap NPF dan itu terus kami upayakan naik. Tujuannya ketika relaksasi sudah habis, kami siap menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Coverage di Juni 88 persen dan terus kami tingkatkan, bisa di atas 100 persen di akhir tahun," katanya dalam webinar, Senin (5/10/2020).

Di sisi lain, BRI Syariah akan terus tumbuh secara selektif di sektor-sektor yang masih memiliki potensi. Fahmi menambahkan perseroan juga terus melakukan kajian dan stress test pada perkembangan restrukturisasi.

"Kami terus mengamati sekarang yang di kol 1, ada berapa yang potensi jatuh di kol 2. Yang sekarang di kol 2 ada berapa yang potensi jatuh ke depan menjadi seperti apa," imbuhnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top