Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

UU Cipta Kerja Sah, Perbankan Bersiap Menebar Kredit

10 Oktober 2020 | 02:21 WIB
Fungsi penghimpunan dana dan penyaluran kredit (intermediasi) perbankan diyakini akan terdongkrak seiring dengan terobosan dalam aturan Undang-undang Cipta Kerja.

Bisnis.com, JAKARTA - Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan intermediasi perbankan sepanjang tahun berjalan hanya bergerak tipis. Pertumbuhan kredit per Agustus naik 1,04 persen, sementara rasio kredit bermasalah terdongkrak hingga 3,22 persen.

Meski di bawah aturan OJK yakni kredit bermasalah maksimal 5 persen, namun angka ini lebih karena kelonggaran otoritas dengan mengizinkan restrukturisasi dicatat sebagai kredit lancar, bukan kondisi riil nasabah.

Adapun, restrukturisasi sudah mencapai Rp884 triliun, atau 16,02% dari total kredit Rp5.521,8 triliun.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan UU Cipta Kerja mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Apalagi para investor ini sepakat membawa uangnya ke Indonesia.

Kondisi ini dapat mengerek kredit investasi serta modal kerja.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top