Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asean akan Terapkan Standar Diploma Asuransi, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Komisi Pendidikan Bagian Luar Negeri Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Ariyanti Suliyanto menjelaskan bahwa standardisasi tenaga kerja asuaransi yang berlaku saat ini adalah Indonesian Qualifications Framework (IQF).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  21:20 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Standardisasi diploma industri asuransi di Indonesia dinilai sudah hampir setara dengan standar yang akan diterapkan di Asean. Hal tersebut menjadi sinyal positif seiring akan ditetapkannya standar diploma tenaga kerja asuransi di Asean sebagai upaya penguatan daya saing di kawasan regional.

Komisi Pendidikan Bagian Luar Negeri Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Ariyanti Suliyanto menjelaskan bahwa standardisasi tenaga kerja asuaransi yang berlaku saat ini adalah Indonesian Qualifications Framework (IQF). Kerangka itu terdiri dari sembilan tingkatan sumber daya manusia (SDM), mulai dari teknisi hingga direksi.

Standardisasi itu telah mirip dengan ketentuan yang akan digunakan industri asuransi di Asean, yakni Asean Qualification Reference Framework (AQRF) yang memiliki delapan tingkatan. Dalam kerangka skala regional ini, tenaga kerja tingkat 1–4 merupakan teknisi, 5–6 merupakan manajer, 7 direktur, dan 8 tenaga ahli.

Menurut Ariyanti, Asean Insurance Education Commitee memiliki rencana untuk membuat standardisasi pendidikan tenaga kerja asuransi. Hal tersebut dilakukan untuk menyambut berlakunya Asean Framework Agreement on Services (AFAS), yang salah satunya membuat tenaga kerja asuransi dapat bekerja di seluruh wilayah Asean.

"Di Asean yang selalu menonjol dalam aspek pendidikan itu Singapura dan Malaysia, banyak program yang diinisiasi dan difasilitasi kedua negara itu. Tiga tahun lalu terdapat survei yang menunjukkan bahwa perlunya ada standardisasi diploma di Asean, benchmark-nya ke Singapura, tetapi komite dari Indonesia mengusulkan agar mengacu ke AQRF," ujar Ariyani dalam wawancara khusus bersama Bisnis, Senin (12/10/2020).

Dia menjelaskan bahwa terdapat kesenjangan kondisi industri asuransi di Asean, sebagai kawasan yang berisi negara-negara berkembang. Standardisasi diploma tenaga kerja itu dinilai dapat membantu pertumbuhan industri di tiap negara maupun di tingkat kawasan.

Menurut Ariyani, salah satu tantangan dalam penyetaraan standar tersebut yakni paradigma industri untuk fokus di negaranya sendiri. Padahal, berlakunya free flow dapat mendorong transfer ilmu dan teknologi dari satu negara dengan negara lainnya, melalui 'pertukaran' tenaga kerja asuransi.

"Dalam free flow itu berarti negara kita juga akan dimasuki oleh tenaga kerja dari luar, maka kita harus lebih tinggi [standarnya] dan lebih kuat. Kalau menjadi jagoan, kita bisa menjadi tempat belajar bagi negara lain, seperti halnya saat ini seluruh dunia belajar ke London," ujar Ariyani.

Para pelaku industri asuransi, asosiasi, dan regulator dari berbagai negara telah melakukan rapat secara virtual pada Rabu (7/10/2020) terkait pengembangan pendidikan asuransi di Asean. Salah satu keputusan rapat tersebut yakni skema standardisasi diploma Asean ditetapkan paling lambat pada Juni 2020.

"Isu pendidikan sumber daya manusia asuransi ini penting karena dapat mengatasi persoalan di perusahaan dan literasi asuransi. Dari pemasaran hingga manajerial, semuanya soal [kemampuan] manusia, hanya beda levelling, sehingga pendidikan menjadi penting," ujar Ariyani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi aaui asean
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top