Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hari Santri, BNI Syariah Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar ke Pesantren

Dalam hari santri ini, BNI Syariah berkontribusi terhadap pemberdayaan empat pesantren di antaranya pesantren Syeikh An-Nawawi Tanara, Serang Banten yaitu penyerahan bantuan peralatan dan pelatihan wirausaha roti.
Pemimpin BNI Syariah Kantor Cabang Depok, Syarief Hidayat (dua dari kanan) melakukan penandatangan perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah dengan Pimpinan Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok Muhammad Cholil Nafis (dua dari kiri), Kamis (22/10/2020). /Dok. BNI Syariahrn
Pemimpin BNI Syariah Kantor Cabang Depok, Syarief Hidayat (dua dari kanan) melakukan penandatangan perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah dengan Pimpinan Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok Muhammad Cholil Nafis (dua dari kiri), Kamis (22/10/2020). /Dok. BNI Syariahrn

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BNI Syariah melalui Yayasan Hasanah Titik (YHT) memberikan bantuan fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan untuk pemberdayaan santri dan warga ke sejumlah pesantren dalam program ketahanan pangan senilai total Rp1,2 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan program CSR ini dilakukan dalam memperingati hari santri.

“Diharapkan bantuan ini bisa mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan berbasis pesantren dan komunitas, serta meningkatkan kesejahteraan pesantren dan memanfaatkan lahan yang dapat memberikan nilai manfaat bagi pesantren maupun masyarakat di sekitar pesantren,” kata Abdullah Firman Wibowo, dalam siaran pers BNI Syariah, Jumat (23/10/2020).

Dalam hari santri ini, BNI Syariah berkontribusi terhadap pemberdayaan empat pesantren di antaranya pesantren Syeikh An-Nawawi Tanara, Serang Banten yaitu penyerahan bantuan peralatan dan pelatihan wirausaha roti.

Kemudian ke pesantren Madinatunnajah, Tangerang Selatan yaitu penyerahan secara simbolis bantuan hidroponik dan green house untuk pondok pesantren. Dalam acara ini BNI Syariah juga menyalurkan bantuan santri-preneur, berupa pelatihan pengembangan produk olahan tempe untuk santri dan pelajar; penyerahan secara simbolis pembiayaan BNI KUR iB Hasanah untuk pengusaha UMKM; penyerahan hadiah 5 tabungan BNI Bisnis iB Hasanah untuk UKM Pondok Pesantren; dan hadiah Tabungan BNI iB Hasanah untuk 237 pengajar dan karyawan kepada perwakilan Pondok Pesantren.

Berikutnya ke pesantren Investa Cendikia Amanah, Depok yaitu penandatangan perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah dengan Pondok Pesantren Cendekia Amanah. Kerja sama ini terkait dengan pemanfaatan produk cash management, QR Code Link Aja, BNI Giro iB Hasanah; tabungan untuk balai latihan kerja, payroll pegawai dan virtual account. Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan bantuan kendaraan operasional BNI Syariah kepada Pesantren Cendekia Amanah.

Terakhir, pesantren Al-Ittifaq, Bandung yaitu penyerahan sumbangan dana pembangunan kandang sapi kepada Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq. Dalam acara ini, BNI Syariah juga menyerahkan hadiah tabungan BNI iB Hasanah untuk 50 pengajar; pembiayaan BNI KUR iB Hasanah untuk Petani Binaan; kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card untuk pengurus pondok pesantren; dan Hadiah Tabungan BNI SimPel iB Hasanah untuk 500 santri.

Kegiatan hari santri di empat pondok pesantren tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan dalam hal ketahanan pangan berbasis pondok pesantren dan komunitas.

Di luar empat pesantren ini, BNI Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan pesantren Daarut Tauhiid terkait Hari Satri. Ruang lingkup kerja sama meliputi penyaluran pembiayaan KUR kepada pengusaha UMKM binaan Yayasan Daarut Tauhiid; BNI Syariah sebagai Guest Teacher (Guru Tamu) untuk Literasi Perbankan Syariah di sekolah-sekolah di bawah yayasan Daarut Tauhiid; dan pembiayaan rumah bagi Santri Karya atau Pegawai Yayasan Daarut Tauhiid.

Pesantren memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, pesantren harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. “Dalam melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan masyarakat sekitar,” kata Ma’ruf Amin saat meresmikan Program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas, Kamis (23/10/2020). 

Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut Gubernur Bank Indonesia, Pery Warjiyo; Menteri Keuangan RI serta Sekretariat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sri Mulyani Indrawati; dan Menteri Agama RI, Fachrul Razi.

Program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas diharapkan dapat mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Saat ini terdapat 64 juta usaha di Indonesia, di mana sebanyak 97 persen adalah usaha mikro yang menyerap 107,2 juta orang (Data Kementerian KUKM, 2017). Pesantren dapat menjadi sentra ekonomi kerakyatan, mendorong pengembangan industri halal serta ekonomi dan keuangan sehingga harapan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia segera terwujud.

Terdapat beberapa program utama Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas ini, yaitu pengembangan lembaga keuangan syariah pesantren, pengembangan kewirausahaan santri (santripreneur), dan pengembangan sektor riil dan industri halal.

Penguatan kewirausahaan santri (santripreneur) perlu ditingkatkan, dengan membekali santri keterampilan vokasi dan kewirausahaan, diharapkan selain menguasai ilmu agama juga menguasai kewirausahaan sehingga saat terjun di masyarakat mandiri dan mampu menggerakkan masyarakat untuk berwirausaha.

Pesantren juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mengembangkan Green Waqf untuk ketahanan pangan berbasis pesantren. Green Waqf adalah program wakaf produktif di sektor pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang dikelola oleh nazhir yang hasilnya untuk pesantren dan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat (maukuf alaih).

Untuk pesantren yang berada di perkotaan, juga dikembangkan Urban Farming Pesantren, adalah program pengembangan pertanian di lingkungan pesantren di perkotaan, yang memiliki lahan terbatas. Urban farming dilaksanakan pesantren bersama masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan pendapatan.

“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi bebagai inisiasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah berbasis pesantren dan komunitas. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat,” tutur Wakil Presiden RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper