Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyelamatan Jiwasraya: Kebutuhan Dana Naik Jadi Rp26,7 Triliun, Kok Bisa?

Nilai setoran modal itu lebih tinggi dari angka yang sebelumnya dijelaskan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan DPR yakni Rp22 triliun. Menurut Ketua Panja Jiwasraya Aria Bima, setoran modal itu mencakup kebutuhan dana IFG Life.
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Panja Jiwasraya Komisi VI DPR menyatakan bahwa Indonesia Financial Group atau IFG akan melakukan setoran modal Rp26,7 triliun kepada IFG Life untuk kebutuhan restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Nilai setoran modal itu lebih tinggi dari angka yang sebelumnya dijelaskan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan DPR yakni Rp22 triliun. Menurut Ketua Panja Jiwasraya Aria Bima, setoran modal itu mencakup kebutuhan dana IFG Life.

"PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI [atau IFG] akan melakukan setoran ke IFG Life sebesar Rp26,7 triliun," ujar Aria Bima pada Senin (30/11/2020).

Dia menjabarkan bahwa seiring perkembangan ketersediaan anggaran dan hasil Rapat Koordinasi Terbatas Pendanaan 2021, penanaman modal negara (PMN) kepada IFG sekurang-kurangnya senilai Rp12 triliun. Oleh karena itu, diperlukan sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhan aset IFG Life.

Panja Jiwasraya dan Kementerian BUMN pun menyepakati penerbitan surat urang oleh BPUI atau IFG setinggi-tingginya Rp10 triliun, untuk menjembatani kebutuhan dana tambahan yang baru akan tersedia dalam APBN 2022. Surat utang dengan tenor dua tahun itu akan diserap oleh PT Taspen (Persero).

"Selanjutnya pemerintah akan mengalokasikan PMN pada RAPBN 2022 sebesar Rp10 triliun ditambah bunga untuk pelunasan surat utang BPUI," ujar Aria.

Setelah itu, IFG pun akan melakukan fundraising hingga Rp4,7 triliun yang berasal dari dividen anak-anak perusahaannya. Terdapat sembilan perusahaan yang menjadi anak usaha dari IFG, yang sebelumnya merupakan holding asuransi dan penjaminan.

Sumber dana dari PMN 2021, penerbitan surat utang, dan fundrising mencapai total Rp26,7 triliun. Menurut Aria, dana tersebut akan menjadi modal IFG Life saat menerima 'beban' liabilitas polis hasil restrukturisasi dari Jiwasraya.

Sebelumnya, Staf Khusus Wakil Presiden bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S. Latief menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan setoran modal kepada IFG Life hingga Rp26,7 triliun pada tahun depan dengan sumber dana yang beragam.

"Dengan menggunakan dana PMN, dana Akumulasi Iuran Pensiun [AIP] PT Taspen (Persero), dan fundraising lainnya, IFG akan melakukan setoran modal sebanyak Rp26,7 triliun pada 2021 ke anak perusahaan asuransi jiwa baru yang bernama IFG Life," ujar Sukriansyah dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis pada Senin (30/11/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper