Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Gedung Bank Mandiri - Istimewa
Premium

Ekonom dan Otoritas Pesimistis Akhir 2020, Bankir Masih Berupaya Poles Kinerja

23 Desember 2020 | 08:04 WIB
Dalam Mandiri Economic Outlook 2021, pertumbuhan kredit sampai akhir tahun diperkirakan hanya dapat mencapai -1% hingga 0%. Angka ini sedikit lebih baik dari posisi November 2020 di mana pertumbuhan kredit menyentuh posisi terdalamnya yakni -1,39%.

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja fungsi intermediasi perbankan yang lemah tampaknya tak dapat lagi dihindari. Pemulihan ekonomi pada 2021 menjadi satu-satunya harapan agar kinerja dapat mulai membaik dan tak lagi memperburuk risiko yang selama ini sudah ditanggung oleh perbankan.

Dalam Mandiri Economic Outlook 2021, pertumbuhan kredit sampai akhir tahun diperkirakan hanya dapat mencapai -1% hingga 0%. Angka ini sedikit lebih baik dari posisi November 2020 di mana pertumbuhan kredit menyentuh posisi terdalamnya yakni -1,39%. Pertumbuhan kredit diperkirakan akan membaik pada tahun depan, yakni di kisaran 5%.

Meski tak sesuai harapan OJK, kualitas kredit perbankan diperkirakan masih dapat dikelola dengan rasio kredit bermasalah di kisaran 3,5% hingga 4,5%. Relaksasi dari otoritas pengawas menjadi angin segar bagi perbankan untuk tetap leluasa melakukan restrukturisasi tanpa menambah pencadangan.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro menyebutkan rendahnya permintaan kredit membuat tren pertumbuhan cukup masih sangat berat untuk tahun ini. Meski sebagian sektor sudah membaik, tetapi sebagian besar masih mengalami lagging kinerja.

Penyaluran kredit dari perbankan juga diikuti dengan prinsip yang masih sangat hati-hati untuk menghindari pemburukan kualitas kredit lanjutan. Andry berpendapat perbaikan pertumbuhan kredit akan bergantung pada stimulus lanjutan pemerintah seperti bantuan sosial (bansos) dan subsidi gaji.

"Peningkatan kepercayaan masyarakat melalui vaksin, serta belanja agresif pada proyek besar menjadi kunci pembalikan tren pertumbuhan kredit," tuturnya, Selasa (22/12/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top