Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Premium

Ancang-Ancang Fintech P2P Lending Sambut Aturan Main Baru

31 Desember 2020 | 15:20 WIB
Berdasarkan statistik OJK per November 2020, para platform tampak mulai 'pemanasan' jelang pemberlakuan regulasi baru.

Bisnis.com, JAKARTA - Selain demi mempersehat industri dan menyaring keseriusan para pemain teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending eksisting, regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga berimplikasi memperketat persaingan platform yang sudah lebih matang.

Sekadar informasi, industri sempat mencatatkan lonjakan penyelenggara hingga 164 perusahaan pada awal 2020. Kini, jelang tutup tahun, tersisa 149 perusahaan saja yang masih bertahan.

Platform P2P berstatus resmi ini terbagi 36 platform berstatus berizin, sementara 113 lainnya berstatus terdaftar. OJK pun masih menutup pendaftaran para pemain baru, hingga regulasi terbentuk dan infrastruktur fintech data center (FDC) atau 'BI Checking ala P2P' berjalan optimal.

Sebagai industri berbasis teknologi yang pengawasannya ditangani sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, regulator berharap besar industri lebih sehat karena persentase pemain yang mapan lebih banyak.

Selain itu, sebagai platform yang mempertemukan pendana (lender) dan peminjam dana (borrower), harapannya regulasi ini bisa menekan risiko fraud dan gagal bayar cicilan. Para lender pun tenang mempercayakan asetnya ke industri P2P lending.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK Bambang W. Budiawan mengungkap bahwa terkini regulasi baru masih dalam tahap review tanggapan dan masukan para stakeholder terkait.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top