Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Gemes, Dana Pemda Ratusan Triliun Masih Nganggur

Hingga November 2020 dana pemerintah daerah yang menganggur di perbankan mencapai Rp218,8 triliun. 
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan s3cara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis/Abdurachman
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan s3cara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan menyayangkan tingkat belanja pemerintah daerah yang masih rendah sehingga dana mengendap di perbankan ratusan triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan asli daerah turun selama tahun lalu. Namun, pemerintah daerah masih memiliki transfer ke daerah serta dana desa yang cukup besar. Hal itu seharusnya masih mampu menjaga tingkat belanja pemerintah daerah.

Menurut Sri Mulyani, total pendapatan pemerintah daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja masih cukup baik, yakni hanya turun 5 persen. Hal itu terutama didukung oleh percepatan transfer ke daerah dan dana desa. Hingga November 2020 dana pemerintah daerah yang menganggur di perbankan mencapai Rp218,8 triliun. 

“Ini angka yang sangat besar. Ini menunjukkan pemerintah daerah masih belum bisa belanja terutama untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," katanya dalam konferensi pers Kemenkeu, Rabu (5/1/2020).

Dia memaparkan, pemerintah daerah memiliki alokasi belanja kesehatan mencapai Rp23 triliun, tetapi hanya mampu membelanjakan 59 persen dari alokasi atau Rp13,6 triliun.

Belanja untuk jaring pengaman sosial pun mencapai Rp22,1 triliun, sedangkan yang tereksekusi hanya Rp14,7 triliun.

Bantuan untuk UMKM dan dukungan ekonomi dianggarkan pemerintah daerah senilai Rp6,74 triliun, dan hanya terealisasi Rp2,9 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper