Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dua Pekan Diumumkan, 102.856 Nasabah Setujui Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Ada lebih dari 100.000 nasabah Asuransi Jiwasraya yang menyetujui restrukturisasi setelah dua pekan pendaftaran dibuka.
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 102.856 nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah menyetujui restrukturisasi polis ke perusahaan asuransi jiwa baru, IFG Life.

Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya bidang Komunikasi dan Hukum R. Mahelan Prabantarikso menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan data yang terhimpun hingga Senin (18/1/2021). Artinya, terdapat lebih dari 100.000 nasabah yang setuju setelah dua pekan pendaftaran restrukturisasi dibuka.

Dari jumlah tersebut terdapat 101.294 pemegang polis kategori korporasi dari 884 perusahaan yang menyetujui restrukturisasi polis. Kemudian, terdapat 1.156 pemegang polis ritel dan 406 pemegang polis kategori bancassurance yang menyetujui skema itu.

"Terdapat kenaikan jumlah peserta yang sangat signifikan dalam dua pekan pasca kami mengumumkan tahapan sosialisasi pada akhir Desember 2020 dan mulai mengirimkan surat penawaran program restrukturisasi pada awal Januari 2021. Capaian ini tentu saja akan menambah motivasi dan semangat kami dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," ujar Mahelan pada Selasa (19/1/2021) melalui keterangan resmi.

Menurutnya, kenaikan jumlah peserta yang mengikuti program restrukturisasi polis tak lepas dari peran sejumlah pihak mulai dari pemerintah, regulator, otoritas, hingga internal dan agen Jiwasraya. Semua pihak berperan mendukung hal-hal teknis dan non teknis mengenai pelaksanaan restrukturisasi polis Jiwasraya.

"Secara khusus kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pengertian dari seluruh para pemegang polis Jiwasraya yang berkenan mengikuti program penyelamatan polis. Karena bagaimana pun juga, para pemegang polislah yang menjadi salah satu faktor utama dari upaya penyelamatan polis ini," ujar Mahelan yang juga Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya.

Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya Fabiola Sondakh menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 1.094 agen dan ratusan pegawai yang tersebar di kantor pusat dan wilayah untuk melakukan sosialisasi program restrukturisasi. Dia pun optimistis program restrukturisasi akan diikuti oleh seluruh pemegang polis.

"Semoga kerja keras ini dapat dipahami sebagai tanggungjawab dan komitmen kami sebagai manajemen baru dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. Upaya ini adalah upaya terbaik yang saat ini dapat kami berikan kepada seluruh pemegang polis," ujar Fabiola yang juga menjabar sebagai Direktur Pemasaran Ritel Jiwasraya.

Seperti diketahui, skema restrukturisasi polis berjalan dengan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendirikan IFG Life. Perusahaan itu akan menerima polis yang telah direstrukturisasi dari Jiwasraya.

Selain itu, terdapat tambahan modal senilai Rp4,7 triliun dari setoran dividen anggota Indonesia Financial Group (IFG) yang nantinya akan diberikan kepada IFG Life. Perusahaan baru itu pun nantinya akan menjalankan bisnis di sektor asuransi sesehatan, jiwa, dan pengelolaan dana pensiun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper