Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Market Cap Tembus Rp100 Triliun, BRIS Diharapkan jadi Primadona Bursa

Kapitalisasi pasar BRIS pada saat IPO hanya sebesar Rp4,96 triliun, sedangkan per 3 Februari 2021 dengan tambahan saham dari dua bank yang dilebur, mencapai Rp112,8 triliun
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, Rabu (16/12/2020). /ANTARA
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, Rabu (16/12/2020). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. dengan kode saham BRIS memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp100 triliun sejak resmi beroperasi pada 1 Februari 2021.

Peresmian bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara itu, dilakukan pada awal pekan ini oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan harga saham BRIS telah meningkat hingga lima kali lipat dari sejak IPO.

Dia menyebut harga saham BRIS pada saat IPO sebesar Rp510, sedangkan per tanggal 3 Februari 2021 harga sahamnya sudah mencapai Rp2.750.

Harga saham yang melesat juga diikuti kapitalisasi pasar yang meningkat pesat. Kapitalisasi pasar BRIS pada saat IPO hanya sebesar Rp4,96 triliun, sedangkan per 3 Februari 2021 dengan tambahan saham dari dua bank yang dilebur maka kapitalisasi pasarnya mencapai Rp112,8 triliun

"Melihat kinerja saham BRIS yang positif di tengah pandemi, kami berharap BRIS bisa jadi primadona di bursa dan masuk ke dalam index IDX BUMN 20," katanya dalam pembukaan perdagangan bursa pada Kamis (4/2/2021).

Selain itu, Hery berharap kinerja positif tersebut semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah untuk melantai di Bursa.

Sebagai bank hasil penggabungan, pada posisi desember Bank Syariah Indonesia memiliki total aset Rp240 triliun, pembiayaan Rp157 triliun, DPK Rp210 triliun, dan modal inti Rp22,6 triliun.

Bank Syariah Indonesia juga memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang dan 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Syariah Indonesia juga menjadi bank peringkat ketujuh di Indonesia berdasarkan total aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper