Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono (paling kiri) meletakkan batu pertama pembangunan perumahan Persatuan Pencukur Rambut Garut (PPRG) dalam mewujudkan program sejuta rumah memberikan akses KPR bersubsidi untuk pekerja sektor informal yang bergabung dalam komunitas PPRG melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. - Antara / Puspa Perwitasari
Lihat Foto
Premium

Relaksasi Uang Muka KPR Berlaku Sejak 1 Maret 2021. Mulai Ada Geliat Permintaan?

Kendati masih belum terlihat realisasinya, relaksasi uang muka yang diberikan regulator diyakini akan mendorong penjualan properti cukup signifikan dan mengerek kredit konsumer perbankan.
Azizah Nur Alfi & M. Richard
Azizah Nur Alfi & M. Richard - Bisnis.com
19 Maret 2021 | 06:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memberlakukan rasio loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021. Dengan relaksasi rasio LTV, uang muka (down payment) untuk kredit properti menjadi 0 persen.

Mortgage & Secured Loan Business Head PT Bank CIMB Niaga Tbk. Heintje Mogi meyakini relaksasi uang muka yang diberikan regulator akan mendorong penjualan properti cukup signifikan. Perseroan saat ini masih melakukan sosialisasi kepada broker dan developer atas relaksasi tersebut.

Untuk saat ini, kata Heintje, geliat permintaan KPR di CIMB Niaga dengan memanfaatkan stimulus itu masih belum terlihat. Apalagi peraturan tersebut juga baru berjalan dua pekan sejak berlaku 1 Maret 2021.

"Peraturan ini masih baru, keluar Maret dan berlaku kurang lebih sampai Desember. Ini pasti akan mendorong [KPR], tapi tren itu belum kelihatan karena saat ini masih sosialiasi," katanya dalam diskusi tentang KPR secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Meski demikian, CIMB Niaga mencatat pencairan KPR tumbuh selama dua bulan pertama tahun ini. Heintje menyebutkan rata-rata pencairan KPR perseroan pada Januari dan Februari masing-masing sekitar Rp700 miliar.

Angka tersebut lebih tinggi dari bulan yang sama tahun lalu di kisaran Rp500 miliar. Pencairan KPR mayoritas untuk ticket size di kisaran Rp700 juta - Rp800 juta atau sebesar 70%.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top