Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ketua Dewan Penasihat IFG Progress Agus Martowardojo memberikan sambutan dalam acara peresmian IFG Progress di Jakarta, Rabu (28/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Mengakhiri Moral Hazard & Gagal Bayar dalam Industri Asuransi

28 April 2021 | 14:58 WIB
Kasus gagal bayar perusahaan asuransi hingga dana pensiun lambat terdeteksi terjadi karena masih adanya moral hazard hingga celah regulasi yang belum terselesaikan. Membutuhkan pemikiran bersama agar setangguh industri perbankan.

Bisnis.com, JAKARTA - Suara Agus Martowardojo terdengar lantang dari atas panggung forum IFG Progress, Rabu (28/4/2021). Bankir senior itu menyoroti berbagai permasalahan serius yang dihadapi oleh industri asuransi jiwa, asuransi umum hingga dana pensiun. 

Agus yang berkarir di industri perbankan hingga akhirnya menjadi Menteri Keuangan hingga Gubernur Bank Indonesia menyebutkan sejumlah permasalahan struktural dalam industri yang pada akhirnya meletus menjadi kasus dan merugikan masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Chief of Advisor IFG Progress, Agus menyebutkan dibutuhkan sejumlah pemikiran baru untuk membuat industri asuransi tumbuh kuat, seimbang dan berkelanjutan.

"Belakangan ini banyak perusahaan asuransi lokal bermasalah, padahal sebelumnya saat pembentukkan, baik perusahaannya, hingga manajemennya melalui proses yang cukup baik. Fit and proper test. Namun setelah ditempatkan dan dijalankan ada permasalahan-permasalahan," katanya sambil mengayunkan tangannya ke depan.  

IFG Progress adalah lembaga pemikir yang dibentuk oleh holding BUMN Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG). Targetnya tersedia data yang cukup bagi masyarakat dan pengambil kebijakan terkait kondisi terkini di dalam industri. Agus bertindak sebagai ketua dewan penasehat dalam lembaga think tank itu

"Di dalam membangun industri [asuransi] kita ada otoritas pengawas. Yang membuat pengaturan dan melakukan pengawasan secara aktif, tetapi dibandingkan pengawasan sektor keuangan lain, seperti perbankan, ruang perbaikan pengawasan dalam sektor industri non bank masih ada ruang perbaikan," katanya. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top