Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp522 Miliar Kuartal I/2021

Yasushi Itagaki, Direktur Utama Danamon, mengungkapkan kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan tanda-tanda positif seiring dengan perbaikan ekonomi nasional.
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Danamon di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Danamon di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) kuartal I/2021 sebesar Rp522 miliar.

Yasushi Itagaki, Direktur Utama Danamon, mengungkapkan kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan tanda-tanda positif seiring dengan perbaikan ekonomi nasional. Menurutnya, capaian kinerja tersebut ditopang oleh beberapa inisiatif utama yang dilaksanakan oleh Bank Danamon pada tahun 2020.

Dia menyampaikan pertumbuhan positif tercatat pada segmen kredit enterprise banking yang tumbuh 11% dengan didukung kolaborasi yang berkesinambungan dengan MUFG. Penyaluran kredit kendaraan bermotor juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan didukung relakasasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Kemudian rasio dana murah giro dan tabungan (CASA) juga meningkat 480 basis poin menjadi 54,7% dibanding tahun lalu.

”Meski belum sepenuhnya pulih ke keadaan sebelum pandemi Covid¬19, permintaan kredit tahun ini mulai menunjukkan tren yang positif, dengan dibarengi kualitas asset yang tetap terjaga,” tuturnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Yasushi menyampaikan Danamon membangun fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang. Salah satunya upayanya yakni lewat peningkatan layanan digital guna melayani kebutuhan nasabah dan menjalin kemitraan strategis dengan institusi-institusi terkemuka.

“Danamon membukukan pertumbuhan kredit yang kuat di segmen enterprise banking melalui kolaborasi dengan MUFG, pelaksanaan prosedur penilaian risiko yang prudent, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin menjadi faktor yang mendukung kestabilan kualitas aset,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Khadijah Shahnaz
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper