Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo Sematkan Rating idAAA untuk Obligasi dan Sukuk Adira Finance (ADMF)

Adira Finance (ADMF) memiliki beberapa obligasi dan sukuk yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  12:11 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo memberikan peringkat idAAA bagi sejumlah obligasi milik PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) yang akan segera jatuh tempo.

Analis Pefindo Danan Dito dan Putri Ananda menjelaskan bahwa pihaknya menyematkan peringkat idAAA bagi Obligasi Berkelanjutan V Tahap I/2020 Seri A senilai Rp483,95 miliar, Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV/2016 Seri C senilai Rp431 miliar, dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III/2018 Seri C senilai Rp715,5 miliar milik Adira Finance.

Ketiga obligasi Adira Finance itu akan jatuh tempo dalam dua hingga tiga bulan ke depan, yakni masing-masing pada 17 Juli 2021, 26 Juli 2021 dan 16 Agustus 2021.

"Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior," tulis Danan dan Putri dalam keterangan resmi yang dipublikasikan pada Senin (17/5/2021).

Selain itu, Pefindo pun menegaskan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I/2020 senilai Rp200 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II/2016 Seri C senilai Rp14 miliar milik Adira Finance. Masing-masing sukuk akan jatuh tempo pada 17 Juli 2021 dan 26 Juli 2021.

Menurut Danan dan Putri, kesiapan perseroan untuk melunasi obligasi dan sukuk itu didukung oleh dana kas dan setara kas sebesar Rp1,8 triliun pada akhir Maret 2021 dan penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp3,1 triliun per bulan. Dana itu dapat memenuhi akumulasi nilai dari obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo.

Adapun, hingga Maret 2021 Adira Finance membukukan aset senilai Rp25,58 triliun dengan laba bersih senilai Rp211,1 miliar. Perseroan memiliki catatan pemeringkatan yang stabil dalam lima tahun terakhir.

Didirikan pada 1990, Adira Finance menyediakan layanan pembiayaan pembelian otomotif dan multiguna. Pada 31 Maret 2021, Adira Finance memiliki 16.278 karyawan untuk melayani nasabah melalui 440 jaringan usaha termasuk di dalamnya cabang syariah yang terletak di berbagai kota-kota di Indonesia.

Sebanyak 92,07 persen saham Adira Finance dimiliki oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan 7,93 persen dimiliki oleh publik, termasuk 0,42 persen dimiliki oleh PT Asuransi Adira Dinamika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk pefindo adira finance
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top