Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Sulselbar Lunasi Obligasi Rp550 Miliar

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (22/6/2021), perseroan menyampaikan telah menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan I dan sukuk muharabah II pada 2016 yang masing-masing Rp500 miliar dan Rp50 miliar.
Ilustrasi Bank Sulselbar./banksulselbar.co.id
Ilustrasi Bank Sulselbar./banksulselbar.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan membayar efek bersifat utang yang akan jatuh tempo Juli 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (22/6/2021), perseroan menyampaikan telah menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan I dan sukuk muharabah II pada 2016 yang masing-masing Rp500 miliar dan Rp50 miliar.

"Kami telah menyiapkan dana untuk pembayaran pokok efek bersifat utang senilai Rp550 miliar. Pemenuhan kewajiban tepat waktu dan tepat jumlah merupakan komitmen kami," kata Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar Rosmala Ariffin.

Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan memiliki rencana untuk kembali melakukan penerbitan obligasi berkelanjutan pada tahun ini.

Direktur Operasional & IT Bank Sulselbar Irmayanti Sulthan mengatakan total nilai PUB saat ini masih dikaji untuk diajukan persetujuan pemegang saham.

Perseroan menargetkan penerbitan surat utang dapat dilakukan sekitar Juni-Agustus 2020 atau awal semester II. "Tahun ini kami rencana penerbitan PUB 3 tahap 1, tapi sementara dikaji size-nya untuk diajukan persetujuan pemegang saham," katanya pada awal April kemarin.

Irmayanti mengatakan dana hasil obligasi digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan. Apalagi Bank Sulselbar memasang target pertumbuhan kredit lebih agresif pada tahun ini, yakni tumbuh 10%-11% secara yoy.

Hingga 31 Maret 2021, Bank Sulselbar mencatatkan kredit sebesar Rp18,93 triliun atau tumbuh 6,6% yoy. Menurutnya, perseroan memasang target lebih agresif dibandingkan tahun lalu karena kondisi ekonomi Sulsel menunjukan pemulihan yang cukup baik.

"Tahun ini kita lebih agresif dari tahun lalu karena kondisi ekonomi Sulsel recover-nya cukup baik. Target growth 10%-11%, tahun lalu growth-nya 6,7%," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper