Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). - Bisnis/Arief Hermawan P
Lihat Foto
Premium

Bank Mini (BACA, BBYB, BINA Hingga BEKS) Tersesak Jadwal Tambah Modal, jadi BPR?

Otoritas Jasa Keuangan mengkategorikan kelompok bank dengan modal di bawah Rp6 triliun sebagai kasta terbawah. Meski demikian bank cukup memiliki modal inti minimal Rp3 triliun agar tidak diturunkan menjadi BPR.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
26 Agustus 2021 | 23:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Tenggat sempit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat sejumlah bank kecil menggelar aksi korporasi bertubi-tubi. Bagaimana tidak, pengawas tertinggi industri perbankan itu memberi garis kepemilikan modal minimal Rp2 triliun bagi seluruh bank umum di Tanah Air paling lambat akhir Desember 2021. 

Tidak ada ruang bernapas panjang, pemilik harus kembali menyuntikkan dana segar agar bank yang dimilikinya memiliki modal sedikitnya Rp3 triliun pada akhir 2022. 

Bagi yang tidak mampu, otoritas menyediakan jalan tengah. Merger sesama bank mini, atau turun kelas menjadi pemain lokal sebagai bank perkreditan rakyat (BPR).

Aturan modal minimal tier 1 itu ditetapkan oleh OJK melalui POJK No.12/2020. Inti aturan itu modal inti minimum bank umum diatur senilai Rp3 triliun dengan timeline Rp1 triliun pada 2020, Rp2 triliun pada 2021, dan Rp3 triliun pada 2022.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top