Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investree Tetap Fokus ke Pembiayaan UKM. Begini Alasannya

Peminjam Investree didominasi kategori perusahaan 'kentang' yang dari segi persyaratan finansial terlalu besar untuk dilayani oleh microfinancing, tapi juga terlalu kecil untuk dilayani oleh perbankan.
Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Fintech Bersama Indonesia yang juga  CEO Investree Adrian A Gunadi, memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Fintech Bersama Indonesia yang juga CEO Investree Adrian A Gunadi, memberikan penjelasan pada diskusi Digital Economic Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Investree Radhika Jaya (Investree) masih akan bertahan sebagai penyelenggara teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending klaster produktif yang mengkhususkan layanannya ke usaha kecil menengah (UKM).

Co-Founder dan CEO Investree Indonesia Adrian Gunadi mengungkap bahwa model bisnis untuk berfokus ke pelaku usaha kena tanggung atau 'kentang' memang telah menjadi perhatian Investree sejak awal berdiri pada 2015-2016.

"Pelaku usaha yang menjadi peminjam Investree, didominasi yang termasuk dalam kategori perusahaan yang dari segi persyaratan finansial terlalu besar untuk dilayani oleh microfinance, tapi juga terlalu kecil untuk dilayani oleh perbankan. Itu kita sebut sebagai UKM," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/9/2021).

Pasalnya, sejak Investree berdiri sampai sekarang, banyak pelaku UKM yang pengetahuan finansialnya masih kurang untuk bisa memenuhi prosedur dan persyaratan yang diberlakukan oleh perbankan konvensional saat mereka ingin mengajukan pinjaman modal kerja.

Sekadar informasi, Investree memiliki basis borrower terbesar di usaha menengah dan kebanyakan merupakan online seller, supplier usaha besar, atau ada di dalam ekosistem tertentu, sehingga punya kapasitas buat mengajukan invoice financing atau supply chain financing.

"Dari segi sektor, kami sendiri tidak pernah membatasi UKM dari industri mana saja yang dapat mengajukan pinjaman. Saat ini, selain dari industri kreatif, sedang ramai UKM-UKM dari industri kesehatan dan pendidikan yang mengajukan pinjaman melalui Investree," tambahnya.

Investree juga masuk ke keperluan retail productive, di mana Investree menyalurkan pembiayaan bagi pelaku usaha ritel melalui ekosistem rekanan, seperti Gramindo, SIPLah Blibli, dan eFishery. Ada pula Andalin dan Pengadaan.com untuk produk Buyer Financing.

Tidak ketinggalan juga kerja sama Investree dengan Mbiz di mana terdapat kolaborasi eksklusif untuk memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan cepat bagi UKM vendor-vendor yang tergabung dalam ekosistem e-procurement Mbiz yang kebanyakan mempunyai proyek dengan pemerintah.

"Intinya kami masih akan tetap berfokus pada pemberian modal kerja jangka pendek, terutama yang bentuknya business-to-business, serta melakukan kemitraan dengan berbagai partner strategis ke depannya," ungkapnya.

Alhasil, Investree tinggal menyiapkan bagaimana produk-produk tersebut dapat sejalan dengan kebutuhan pembiayaan UKM secara maksimal tapi tetap rendah risiko. Apalagi pinjaman yang tersedia di platform semuanya dibiayai oleh pendana (lender) Individu maupun Institusi yang harus dijaga kepercayaannya.

"Jadi bisa dibilang, kami menyalurkan pinjaman dengan menggunakan skema pembiayaan rantai pasok atau supply chain financing sebagai alat pengelolaan risiko," ujarnya.

Dalam produk Invoice Financing misalnya, Investree menjaga risiko dengan memastikan hanya pinjaman dengan Payor yang bonafit/kredibel yang dilayani, seperti perusahaan terbuka, BUMN, atau pemerintahan.

Maka, dengan Payor-Payor yang dipilih sudah pasti perusahaan besar, otomatis hanya Borrower dengan kemampuan dan kapasitas tertentu yang dapat mengajukan pinjaman melalui Investree, atau dengan kata lain Borrower bukanlah pebisnis yang masih pemula atau terlalu mikro.

Dengan begitu, segmen Borrower pasti mengembalikan pinjaman karena sumber pembayaran berasal dari Payor yang jelas, sehingga membuat Lender merasa nyaman mendanai melalui Investree.

Begitu pula dalam produk Online Seller Financing. Investree memang menyalurkan pembiayaan kepada penjual online, tapi dengan bekerja sama terlebih dahulu dengan e-commerce platform tempat mereka berjualan.

Dari situ, Investree bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi proses penilaian kredit kami sebelum menentukan apakah Borrower tertentu dapat mengajukan pinjaman melalui platform.

"Misalnya informasi kinerja atau penjualan Borrower ABC milik Mr X dalam periode tertentu, bagaimana kemampuan finansialnya, dan lain sebagainya," ungkap Adrian.

Hampir mirip dengan pembiayaan ke para pelaku jual-beli online, Retail Productive Financing pun memiliki seleksi. Investree menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM ultra mikro dengan sistem pembayaran tanggung renteng, dengan terlebih dahulu bekerja sama dengan pihak koperasi induk yang menaungi pelaku-pelaku UKM ultra mikro tersebut.

"Mereka itulah yang membantu kami memastikan pinjaman tersalurkan dan mampu dikembalikan tepat waktu. Gramindo jadi salah satu contohnya. Jadi, ya, kembali lagi, strategi ini membawa Investree dapat menjaga dan memperkuat mitigasi risiko di semua produk," tutupnya.

Sekadar informasi, startup berstatus 'centaur' asli Tanah Air yang telah berekspansi ke Filipina dan Thailand ini termasuk sebagai salah satu pemain fintech P2P lending teratas di klaster produktif, karena telah menyalurkan pinjaman sejak berdiri mencapai Rp8,23 triliun dengan kontribusi Rp2,5 triliun di sepanjang 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper