Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Allianz Life Sebut Hasil Investasi di 2021 Masih Terdampak Pandemi

Allianz Life Indonesia membukukan hasil investasi senilai Rp2,06 triliun sepanjang 2021, atau turun sebesar 10,82 persen dibandingkan perolehan pada 2020 yang mencapai Rp2,31 triliun.
Nasabah beraktivitas di kantor Allianz Life, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Nasabah beraktivitas di kantor Allianz Life, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Allianz Life Indonesia membukukan hasil investasi senilai Rp2,06 triliun sepanjang 2021.

Berdasarkan laporan keuangan konvensional Allianz Life Indonesia kuartal VI/2021, perolehan hasil investasi tahun lalu mengalami penurunan sebesar 10,82 persen dibandingkan perolehan pada 2020 yang mencapai Rp2,31 triliun.

Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Edwin Prayitno mengatakan, menurunnya hasil investasi sebagai dampak dari situasi pandemi Covid-19.

"Pandemi ini berpengaruh pada kondisi pasar sehingga berakibat pada penurunan hasil investasi," ujar Edwin kepada Bisnis, belum lama ini.

Sementara itu, jumlah investasi Allianz Life Indonesia sepanjang 2021 mengalami peningkatan sebesar 3,13 persen dibandingkan jumlah investasi yang dihimpun di 2020. Jumlah investasi yang dibukukan perseroan di tahun lalu mencapai Rp33,97 triliun.

Penempatan investasi terbesar berada pada instrumen investasi saham yang mencapai Rp13,23 triliun atau sebesar 38,95 persen dari total investasi. Penempatan investasi terbesar selanjutnya berada di instrumen surat berharga negara (SBN) yang mencapai 22,28 persen. Penempatan pada SBN ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan 2020 yang porsinya hanya sebesar 9,02 persen.

Tak hanya SBN, pergeseran portofolio investasi yang cukup signifikan juga terjadi pada instrumen deposito obligasi korporasi yang mencapai 6,8 persen di 2021, dari sebelumnya porsinya hanya sebesar 2,95 persen di 2020. Sedangkan penempatan pada reksadana tercatat turun dari sebelumnya sebesar 34,18 persen di 2020 menjadi hanya 16,54 persen di 2021.

Kemudian, sebesar 14,89 persen dari total investasi di 2021 ditempatkan pada instrumen deposito berjangka. Sisanya, ditempatkan di instrumen efek beragun aset, penyertaan langsung, pinjaman polis, dan dana investasi infrastruktur.

Edwin menuturkan, investasi yang dilakukan oleh Allianz Life Indonesia telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan seluruh faktor risiko yang ada, serta senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian.

"Selain itu, peningkatan porsi investasi pada SBN juga menunjukkan dukungan Allianz Life Indonesia terhadap program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah," katanya.

Guna memacu kinerja investasi di 2022, Edwin berujar, perusahaan akan selalu memonitor kondisi pasar, baik global maupun dalam negeri, serta memperhatikan setiap aspek yang dapat mempengaruhi performa aset dan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan strategi investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper