Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Kredit Terus Melandai, OJK: Tinggal Rp585 Triliun

Dari data OJK, total restrukturisasi kredit perbankan pernah mencapai Rp830,5 triliun pada 2020. Bahkan, pernah mencapai Rp1.113,93 triliun pada Oktober 2020. Kini nilai tersebut terus melandai.
Hendri T. Asworo
Hendri T. Asworo - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  08:35 WIB
Restrukturisasi Kredit Terus Melandai, OJK: Tinggal Rp585 Triliun
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan laporan saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/1/2022). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, SURABAYA – Restrukturisasi kredit perbankan terus melandai setelah pandemi Covid-19 melewati tahun kedua di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa sampai dengan 15 Maret 2022 nilai restrukturisasi mencapai Rp585 triliun.

“Restrukturisasi kredit saat ini mencapai Rp585 triliun. Sudah turun jauh dari sebelumnya, karena bagus ekonominya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di sela-sela peresmian kantor perwakilan OJK Surabaya, Selasa (15/3/2022).

Seperti diketahui, total restrukturisasi kredit perbankan pernah mencapai Rp830,5 triliun pada 2020. Bahkan, pernah mencapai Rp1.113,93 triliun pada Oktober 2020. Kemudian nilai restrukturisasi terus melandai menjadi Rp 663,49 triliun per Desember 2021.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit sepanjang 2021 mulai positif, meskipun masih masa pandemi Covid-19. OJK mencatat, kredit bank tumbuh 5,24 persen pada 2021 secara year-on-year (yoy). Angka itu membaik dari tahun sebelumnya terkontraksi -2,41 persen (yoy).

Wimboh menyampaikan risiko kredit saat ini juga terkendali. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) ratio pada level 3 persen dan cenderung turun ke level 3,06 persen.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan berada jauh di atas ketentuan, yakni 25,67 persen. Adapun, likuiditas pada tahun lalu mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,21 persen.

Sebelumnya OJK telah memperpanjang masa kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit perbankan dari Maret 2022 menjadi Maret 2023 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK restrukturisasi kredit
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top