Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Sabtu (22/1 - 2022). Bisnis / Eusebio Chrysnamurti
Lihat Foto
Premium

Laju Industri Asuransi Jiwa Tersendat di Awal Tahun, Optimisme Masih Terlihat

Para pelaku industri asuransi jiwa masih optimistis kinerja pada semester kedua tahun ini akan membaik, meski pertumbuhan pendapatan premi pada awal tahun sempat melambat.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com
12 Juni 2022 | 15:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Industri asuransi jiwa mengalami perlambatan pertumbuhan pendapatan premi pada awal tahun ini yang disebabkan oleh penurunan signifikan pada pendapatan premi tunggal atau sekali bayar. Meski begitu, para pelaku industri optimistis kinerja pada semester kedua tahun ini akan membaik.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi unweighted (tidak dibobot) kuartal I/2022 tercatat mencapai Rp48,99 triliun atau mengalami penurunan 14,7 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Premi unweighted ini merupakan total premi yang dibayarkan nasabah, baik premi bersifat reguler maupun sekali bayar.

Sementara dari sisi total pendapatan premi weighted (dibobot), di mana premi sekali bayar disetahunkan, mencapai Rp27,86 triliun sepanjang kuartal I/2022 atau turun 6,8 persen yoy.  

"Kesimpulannya kenapa yang unweighted turun 14,7 persen, lalu yang dibobot atau yang coba dihitung untuk porsi satu tahunnya saja itu turunnya hanya 6,8 persen. Ini menunjukkan penurunan pendapatan premi yang paling terasa itu adalah di produk-produk asuransi jiwa yang preminya bersifat sekali bayar atau single premium yang turunnya signifikan," jelas Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers, Jumat (10/6/2022).

Lebih lanjut, Budi memerinci kontribusi pendapatan premi weighted didominasi oleh premi reguler sebesar 91,6 persen dari total premi weighted yang nilainya mencapai Rp25,51 triliun atau turun 4,9 persen yoy. Untuk premi tunggal porsinya sebesar 8,4 persen atau nilainya mencapai Rp2,35 triliun. Pendapatan premi tunggal ini tercatat turun 23,3 persen yoy.

Dari sisi jenis produk, baik produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit linked maupun produk tradisonal juga mengalami penurunan. AAJI mencatat total pendapatan premi produk unit linked kuartal I/2022 mencapai Rp29,07 triliun atau turun 18,9 persen yoy, sementara produk tradisional mencapai Rp19,92 triliun atau turun 7,9 persen yoy.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top