Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Data Kinerja 12 Emiten Leasing Semester I/2022, Intip Milik Lo Kheng Hong Hingga Jerry Ng

Emiten leasing yang terafiliasi dengan konglomerat Tanah Air seperti Jerry Ng hingga Lo Kheng Hong mencatatkan kinerja beragam sepanjang semester I/2022.
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang BFI Finance di Jakarta, Sabtu (19/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang BFI Finance di Jakarta, Sabtu (19/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Paruh periode 2022, mayoritas emiten multifinance berstatus perusahaan terbuka mencatatkan kinerja laba-rugi lebih baik ketimbang periode sama tahun lalu.

Segelintir di antaranya, bahkan telah mampu mencatatkan cuan melampaui kinerja tengah tahunan era normal sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, alias periode 2019.

Pendongkrak kinerja keuangan para pemain tampak terdorong sentimen positif permintaan kredit kendaraan atau kredit alat berat. Sebagian lainnya lagi turut tertolong maraknya kebutuhan fasilitas dana tunai para debitur, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.

Berikut merupakan ringkasan kinerja para emiten multifinance berstatus perusahaan terbuka sepanjang semester I/2022, beserta perbandingan terhadap kinerja tengah tahunan sepanjang tiga tahun belakangan.

Adapun, daftar ini belum termasuk PT Verena Multi Finance Tbk. (VRNA) yang belum merilis laporan keuangan per Juni 2022, serta emiten konglomerasi keuangan yang memiliki lebih dari satu leasing di dalamnya, seperti PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS), PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), dan Astra Financial.

BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN)

BFI Finance mencatatkan pertumbuhan total aset 16 persen (year-to-date/ytd) menjadi Rp18,14 triliun dari capaian tutup buku 2021 senilai Rp15,63 triliun. Terdorong lonjakan komponen piutang pembiayaan sebesar 16,6 persen ytd menjadi Rp15,94 triliun per Juni 2022.

Direktur Keuangan BFIN Sudjono menjelaskan bahwa perbaikan kinerja outstanding merupakan buah dari penyaluran pembiayaan baru, terutama terkait alat berat dan kendaraan bekas, di mana secara total menembus Rp8,53 triliun sepanjang semester I/2022 atau tercatat naik 40,8 persen (year-on-year/yoy).

Laba bersih leasing yang baru saja kedatangan Jerry Ng sebagai pengendali baru lewat berkongsi dengan Garibaldi 'Boy' Thohir ini pun tumbuh hingga 70 persen yoy menjadi senilai Rp828,9 miliar pada semester I/2022.

Alhasil, perusahaan pembiayaan senior yang berdiri sejak 1982 ini tercatat telah melampaui kinerja laba tengah tahunan periode 2019, yang ketika itu senilai Rp690,1 miliar. Adapun, laba BFIN per Juni 2020 sempat terkoreksi ke Rp332 miliar, kemudian menjadi Rp487,4 miliar per Juni 2021.

Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF)

Adira Finance tampak hanya mampu membawa total asetnya naik tipis 0,35 persen ytd menjadi Rp23,8 triliun, karena komponen piutang pembiayaan konsumen terkoreksi 1,9 persen ytd, tepatnya dari Rp16,9 triliun per Desember 2021 menjadi Rp16,5 triliun per Juni 2022.

Pasalnya, lini bisnis utama ADMF ditopang pembiayaan sepeda motor baru, yang notabene memuat segmen debitur yang rentan terdampak pandemi Covid-19. Celakanya, saat ini pembiayaan sepeda motor pun masih terhambat fenomena kelangkaan stok kendaraan dari pabrikan akibat krisis chip semikonduktor.

Oleh sebab itu, Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan inilah alasan pihaknya mulai memperbesar portofolio pembiayaan mobil, kredit modal usaha, dan pembiayaan kendaraan komersial seperti truk dan pikap sejak tahun lalu.

Strategi ini nyatanya membawa laba bersih semester I/2022 ini menembus Rp661,1 miliar. Tercatat masih jauh dari kinerja semester I/2019 senilai Rp949 miliar, namun dalam tren lebih baik ketimbang kinerja laba tengah tahunan periode 2020 dan 2021, yang masing-masing senilai Rp597 miliar dan Rp473 miliar.

Buana Finance Tbk. (BBLD)

Buana Finance yang berfokus pada pembiayaan mobil bekas dan alat berat mencatatkan kenaikan total aset 9,7 persen ytd menjadi Rp3,9 triliun. Seluruh komponen piutang, baik pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan, maupun anjak piutang kompak bertumbuh.

"Kinerja ini membawa laba bersih kami per Juni 2022 naik sebesar 587,9 persen [yoy] menjadi Rp22,19 miliar dari periode sama tahun lalu senilai Rp3,22 miliar. Kami masih optimistis target profit tahunan kami sebesar Rp37,40 miliar akan tercapai," ujar Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi ketika dikonfirmasi Bisnis, Kamis (4/8/2022).

Sebagai perbandingan, laba tengah tahunan Buana Finance pada era 2019 mencapai Rp33,42 miliar. Sementara pada periode tengah tahun era pandemi Covid-19, laba bersih masih senilai Rp13,31 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper